Divestasi 12 Jalan Tol, Waskita Karya Incar Dana Segar Rp20 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 10 Mei 2021 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 278 2408369 divestasi-12-jalan-tol-waskita-karya-incar-dana-segar-rp20-triliun-nhbcPcQf2y.jpg Jalan Tol (Okezone)

JAKARTA - Manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah memproyeksikan nilai divestasi sejumlah ruas jalan tol yang akan ditawarkan kepada investor. Perkiraan tersebut berdasarkan jumlah aset yang dijual.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono memperkirakan, nilai divestasi mencapai Rp20 triliun. Angka tersebut bersumber dari penjualan 12 ruas tol yang dijembatani oleh Indonesia Authority Investment (INA).

Baca juga: Tarif 29 Ruas Tol Bakal Naik, Berapa Besarannya?

Perkiraan tersebut pun didasarkan pada rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) yang berada di posisi 3-4 persen. Dengan kondisi itu, emiten optimis bisa meraup nilai Rp 20 triliun.

"Dengan debt to equity ratio di posisi 3-4 persen, dengan Rp20 triliun kami bisa leverage kemampuan kami 3-4 kali untuk mengerjakan infrastruktur," ujar Destiawan dikutip Senin (10/5/2021).

 Baca juga: Tak Mau Rugi Lagi, Waskita Karya Sehatkan Cashflow Perusahaan

Manajemen mencatat, dari 12 aset pelat merah, terdapat 6-9 ruas tol yang siap diakuisisi investor. Secara agregat, hasil transaksi tersebut, ditargetkan emiten untuk membangun 1.000 kilometer (km) jalan tol baru dengan pendanaan yang diperkirakan sebesar Rp 60 triliun.

"Jadi, kami bisa mengerjakan infrastruktur hingga Rp60 triliun dan bisa bangun 1.000 kilometer tol lagi," katanya.

Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung aksi korporasi tersebut. Contohnya, rencana divestasi ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang melalui anak usahanya Waskita Karya, dinilai upaya menambah struktur pendanaan emiten. Harapannya, langkah itu memperbaiki kinerja perusahaan di tengah pandemi Covid-19

Manajemen Waskita Karya akan memperoleh anggaran senilai Rp824 miliar dari divestasi ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Kementerian BUMN mencatat dari jumlah itu, emiten bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp320 miliar.

Catatan lain bahwa sekitar Rp1,4 triliun ekuitas yang ditawarkan WSKT, maka 30 persennya atau setara Rp420 miliar akan dimiliki perusahaan. Angka tersebut jika ditambahkan dengan biaya akuisisi, maka manajemen bisa memperoleh dana senilai Rp450 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini