RI Punya Tabungan Pertumbuhan Ekonomi, Bisa Sampai 7%?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 320 2411652 ri-punya-tabungan-pertumbuhan-ekonomi-bisa-sampai-7-T5Ur8DS8ug.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Larangan mudik memang memiliki dampak negatif bagi perekonomian. Namun ternyata, tidak sepenuhnya larangan mudik ini berdampak buruk bagi perekonomian.

Peneliti Makroekonomi LPEM FEB Universitas Indonesia Teuku Riefky mengatakan, larangan mudik ini akan berdampak baik bagi ekonomi di masa mendatang. Karena larangan mudik ini bisa menjadi tabungan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Baca Juga: Larangan Mudik Berakhir, Kini Masyarakat Bisa Beli Tiket Kapal Online

“Memang ada nilai baiknya ke depannya. Dan saya tidak melihat ini sebagai kerugian nilai ekonomi kalau kita melihat secara jangka panjang dengan melakukan larangan mudik pada lebaran ini kita sebetulnya menabung untuk pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (18/5/2021).

Memang dalam jangka pendek, ekonomi akan tumbuh negatif karena adanya larangan mudik. Namun jika pandemi ini bisa segera diselesaikan, maka pertumbuhan ekonomi akan naik dengan sendirinya.

Baca Juga: Tjahjo Akan Sanksi PNS yang Mudik Lebaran

“Jadi memang kita mengalami rugi dulu seperti sekarang tapi ini sesuai dengan kita menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,@ kata Riefky.

Riefky menjelaskan, selama satu tahun belakangan pemerintah, masyarakat dan seluruh komponen masyarakat sudah bekerja keras untuk menangani pandemi dan penyebaran virus covid-19. Pemerintah sudah menggelontorkan stimulus yang sangat besar hampir Rp700 triliun tahun lalu dan kisaran yang sama tahun ini.

“Karena kita sudah melihat insentif dan stimulus yang dikeluarkan selama ini dampaknya akan terhapus. Jadi memang kita tidak mau ini terjadi. Kita tidak mau usaha sejauh ini, stimulus yang digelontorkan sejauh ini, dan kesabaran kita sejauh ini menjadi sia-sia,” jelasnya.

Tak hanya itu, masyarakat dan para pelaku usaha juga sudah merasakan dan berkorban untuk penanganan pandemi. Jangan sampai segala upaya dan pengorbanan tersebut terbuang sia-sia dengan lonjakan kasus covid-19 karena mudik lebaran.

“Kalau nanti ke depannya kita mengalami lonjakan kasus apalagi kan karena hal hal yang bisa diantisipasi seperti mudik ini pasti costnya akan lebih besar,” kata Riefky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini