Kebutuhan Baterai Kendaraan Listrik Diproyeksi Capai 758.693 Ton di 2030

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2413090 kebutuhan-baterai-kendaraan-listrik-diproyeksi-capai-758-693-ton-di-2030-XCUbpAK9wF.jpg Ngecas Mobil Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan kebutuhan baterai mobil listrik dan sepeda motor listrik pada tahun 2030 mencapai 758.693 ton.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, pada tahun 2030 ditargetkan akan ada 2 juta mobil listrik dan 13 juta sepeda motor listrik dengan kapasitas baterai yang diperlukan mencapai 113 juta kWh.

"Sehingga membutuhkan 758.693 ton battery lithium ion. Ini kebutuhan baterai mobil listrik dan motor listrik berdasarkan Grand Strategi Nasional. Belum ditambah kebutuhan baterai untuk mendukung penyediaan listrik dari sisi pembangkit," ujarnya dalam diskusi panel secara virtual, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Gandeng LG Group, Erick Minta Proyek Baterai Kendaraan Listrik Segera Dibangun

Dadan melanjutkan, beberapa regulasi sudah disiapkan pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan pabrik baterai agar lebih kompetitif dan menarik bagi investor. Pertama, Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang ketentuan peningkatan nilai tambah untuk mineral logam. Dalam pasal 102-104 tertulis kewajiban melakukan peningkatan nilai tambah mineral melalui pengolahan dan pemurnian untuk komoditas tambang mineral logam di dalam negeri.

Selanjutnya, Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2020 tentang harga patokan penjualan mineral logam, Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang pengendalian ekspor nikel, dan Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang batasan minimum pengolahan dan pemurnian nikel.

Baca Juga: Adopsi Baterai Kendaraan Listrik Beri Manfaat Rp9.603 Triliun, Ini Hitung-hitungannya

"Pengendalian ekspor nikel dan pengolahan serta pemurnian nikel untuk menciptakan ekosistem di dalam negeri," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini