Disentil Yusuf Mansyur, Perbankan Syariah Janji Bisa Bersaing dengan Konvensional

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 320 2413360 disentil-yusuf-mansyur-perbankan-syariah-janji-bisa-bersaing-dengan-konvensional-Zl4DZb4EvI.jpg Perbankan. Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Ustadz Yusuf Mansur mengkritisi bank Syariah agar fokus membangun dan mengedukasi market sebelum mencari keuntungan. Salah satu syaratnya tentu saja biaya pinjaman bank syariah harus lebih murah dari bank konvensional.

Menanggapi hal tersebut, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah atau KNEKS memandang penggunaan pembiayaan mahal dalam mengomentari kinerja perbankan syariah merupakan sebuah aspek yang perlu diperjelas.

Baca Juga: Kritik Keras Bank Syariah, Yusuf Mansur: Malesin, Jangan Ngegedein Cuan Dulu!

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat menyampaikan tingkat margin pembiayaan bank syariah saat ini sudah jauh membaik.

Bahkan, bank besar seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dinilai sudah mampu bersaing dengan bank kenvensional dalam hal tingkat margin.

Baca Juga: BSI Raup Laba Bersih Rp742 Miliar dalam 3 Bulan

"Perlu dilihat lagi. Tingkat margin perbankan syariah saat ini sudah kompetitif terutama di bank besar," katanya di Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Terkait masih adanya pembiayaan di bank syariah yang mahal hal ini bukan karena aspek syariahnya namun lebih kepada aspek ekonominya seperti dari ukuran atau size dari bank syariahnya dan struktur dana pahak ketiga bank syariah tersebut yang mungkin masih banyak berasal dari dana-dana mahal seperti deposito.

Sebelumnya, Ustadz Yusuf Mansur mengaku heran dengan pola kerja di bank Syariah yang sangat identik dengan bank konvensional, memasang target keuntungan tinggi. Kemudian bila target tidak tercapai langsung dihukum. Menurutnya seharusnya ada standar penilaian yang berbeda di bank Syariah yang lebih humanis yaitu membangun edukasi dan ikatan dengan masyarakat. Tidak melulu soal cari cuan.

"Tapi kan bisa dilihat pencapaian lainnya. Misalnya, keterlibatan masyarakat jadi jauh lebih banyak. Sebab berkembang jadi jauh lebih menarik. Masyarakat ga naro cuma buntutnya. Naro murah, ambil mahal. Kan ngemalesin," tambahnya.

Selain soal simpanan masyarakat, di sisi lain ada masalah besar lainnya yaitu perbankan syariah tidak menempatkan dananya di Asset Management yang juga syariah. Namun ditempatkan di konvensional yang berlawanan dengan semangat membangun keuangan syariah yang kuat.

"Saya asli lagi nunggu. Dunia syariah mana, yang datang ke Aset Manajemen Syariah yang satu-satunya di Indonesia. Mana? Ini pertanyaan, bukan untuk diperhatikan. Tapi ini saya dkk perjuangkan, agar ada wadah untuk naro dana masyarakat di aset manajemen syariah yang bnr2 syariah," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini