BSI Raup Laba Bersih Rp742 Miliar dalam 3 Bulan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 22:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 278 2406880 bsi-raup-laba-bersih-rp742-miliar-dalam-3-bulan-M6r6nA2XT6.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp742 miliar pada kuartal I-2021. Angka ini mengalami peningkatan 12,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp657 miliar.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, dampak pandemi covid-19 memang masih ada dan terasa sampai sekarang. Namun, perseroan masih bisa mencatatkan laba bersih di tengah tekanan pandemi covid-19.

Baca Juga: BSI Salurkan Pembiayaan hingga Rp159,1 Triliun

"Tentunya BSI juga dapat mencatat laba bersih sebesar Rp 742 miliar di kuartal I-2021 atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,85% secara yoy,” ujarnya dalam acara Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) virtual, Kamis (6/5/2021).

Menurut Hery, capaian ini tidak terlepas dari banyak sekali stimulus yang diberikan pemerintah. Sehingga meskipun masih dalam kondisi pandemi covid-19 namun masih bisa mencatatkan laba.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Dapat Suntikan Dana PEN Rp3 Triliun

"Alhamdulillah walaupun masih ada dampak dari covid-19, kita sadar bahwa kuartal I-2021 ini memang masih terasa berat, walaupun di sisi lain pemerintah banyak sekali memberi stimulus agar pertumbuhan ekonomi itu meningkat," ucapnya.

Sebagai informasi, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 159,07 triliun atau tumbuh 14,74% yoy. Dari jumlah tersebut, komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp71,6 triliun yakni sebesar 45% dari total pembiayaan.

Kemudian di posisi kedua ada pembiayaan, dari segmen korporasi Rp 37,3 triliun atau sekitar 23,5%. Selanjutnya yang ketiga dari segmen kecil dan menengah Rp 20,8 triliun atau 13,1%.

Lalu di posisi empat adalah segmen mikro Rp15 triliun atau 9,4% dari total pembiayaan korporasi. Kemudian yang keliman sekaligus terakhir adalah dari segmen komersial Rp 9,6 triliun atau sekitar 6,1%.

Adapun kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan penurunan NPF gross dari 3,35% di kuartal I-2020, menjadi 3,09% di kuartal I-2021. Perseroan juga mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% sampai kuartal I-2021.

Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai kuartal I-2021 mencapai Rp 205,5 triliun. Angka itu naik 14,3% dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp 179,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 14,73%, sehingga meningkatkan rasio CASA dari 57,54% pada kuartal I-2020, menjadi 57,76% di kuartal I-2021.

Dengan demikian, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp 234,4 triliun, naik 12,65% secara yoy dibanding periode sama 2020 yakni sebesar Rp 208,1 triliun. BSI juga mencatat kenaikan rasio permodalan atau CAR menjadi 23,1% di kuartal I-2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini