Suku Bunga BI Diprediksi Akan Kembali Ditahan pada 3,5%

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 320 2415042 suku-bunga-bi-diprediksi-akan-kembali-ditahan-pada-3-5-cugEL3BjKG.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur hari ini. Diperkirakan salah satu kebijakannya adalah mempertahankan suku bunganya di level 3,5%.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sejalan dengan pertimbangan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya risiko di pasar keuangan global dalam jangka pendek-menengah seperti potensi tapering off program pembelian obligasi AS oleh Fed sesuai dengan notulensi FOMC April yang lalu.

Baca Juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%

"Meskipun Fed masih mengonfirmasi bahwa akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level mendekati 0% saat ini. Selain itu dari dalam negeri, terdapat potensi peningkatan inflasi apabila pemerintah menyesuaikan tarif listrik pada kuartal III-2021 meskipun ekspektasi inflasi akan tetap sesuai dengan target inflasi BI," kata Josua saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Sementara dari kondisi keseimbangan eksternal menunjukkan bahwa neraca transaksi berjalan kembali tercatat defisit setelah sebelumnya tercatat surplus pada kuartal tiga dan kuartal 4-2020.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

"Pada kuartal I-2021, transaksi berjalan kembali tercatat defisit sebesar USD997 juta atau setara dengan 0,4% PDB Indonesi," katanya.

Meningkatnya defisitnya transaksi berjalan mengindikasikan bahwa terdapat potensi terhadap permintaan valas untuk pembayaran impor sejalan dengan kembalinya aktivitas ekonomi, impor cenderung bertumbuh. Oleh karena itu, berdasarkan risiko dari nilai tukar, inflasi domestik dan keseimbangan eksternal, BI diperkirakan masih akan menjaga tingkat suku bunganya pada RDG mendatang.

Di sisi lain, untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi Indonesia, Bank Indonesia masih akan mengandalkan kebijakan QE untuk menjaga ketersediaan likuiditas kepada perbankan agar perbankan lebih agresif dalam menyalurkan kreditnya merespon pemulihan ekonomi baik investasi dan konsumsi masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini