Ekonomi RI 2021 Diramal Tumbuh 5%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 320 2416550 ekonomi-ri-2021-diramal-tumbuh-5-6bsuSDW2Qf.jpg Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5%. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA- Bank Syariah Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini mencapai 5%. Ekonomi syariah pun menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Kebijakan fiskal countercyclical, meningkatnya mobilitas masyarakat dan momen Ramadhan menjadi growth driver pada kuartal mendatang. Selain itu, akselerasi peningkatan ZISWAF diharapkan dapat dioptimalkan sebagai instrumen safety net untuk membangun ketahanan ekonomi umat,” kata Chief of Economist PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, Banjaran Surya Indrastomo, di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Pertumbuhan ekonomi makro pada kuartal II didorong oleh berbagai faktor di antaranya pemulihan konsumsi masyarakat, percepatan program vaksinasi, insentif pajak kendaraan bermotor, serta rencana penerapan kegiatan belajar mengajar secara luring pada tahun ajaran baru.

Baca Juga: Erick Thohir: Pertumbuhan Ekonomi Tidak Optimal jika Tak Merata

Berbagai langkah dan strategi untuk pemulihan ekonomi nasional telah dilakukan. Pemerintah telah mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai program diantaranya dengan meningkatkan belanja pemerintah serta akselerasi implementasi program PEN. Dengan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional di sektor kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, subsidi UMKM dan subsidi korporasi sebesar Rp155,63 Triliun. (Data kementerian koordinator perekonomian)

Di sektor perbankan sendiri, OJK telah memberikan stimulus relaksasi PPnBM untuk pembiayaan kendaraan baru, DP 0% untuk property dan fokus membangun industri UMKM melalui digitalisasi transaksi di berbagai platform e-commerce. Generasi milenial sebagai digital native diprediksi menjadi agen penggerak untuk pertumbuhan ekonomi berbasis digital melalui pola konsumsi yang unik di platform media sosial, aplikasi dan online.

Baca Juga: Momen Lebaran, Ekonomi RI Bisa Tembus 8,3% pada Kuartal II 2021

Hingga saat ini, BSI terus memperkuat layanan digital. Konsistensi ini berhasil mendorong peningkatan volume transaksi kanal digital BSI yang tercatat mencapai Rp40,85 triliun pada Maret 2021. Kontribusi terbesar volume transaksi tersebut berasal dari layanan BSI Mobile yang naik 82,53% secara tahunan (yoy).

Dari sisi aspek sosial, ZIS sebagai instrumen syariah memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan pendapatan dan jaring pengaman sosial.

Bank Syariah Indonesia bersama BAZNAS berkomitmen untuk meningkatkan optimalisasi zakat melalui penghimpunan dan penyaluran ZIS, kerjasama perbankan dan layanan counter untuk BAZNAS di seluruh Indonesia, kerjasama fitur smart donation, co-branding dan program promo, layanan standing instruction bagi nasabah untuk pembayaran ZIS, kerjasama layanan perbankan zakat ASN, kerjasama publikasi dan peningkatan literasi layanan ZISWAF dan kerjasama penyaluran zakat serta penyaluran CSR.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini