Erick Thohir: Pertumbuhan Ekonomi Tidak Optimal jika Tak Merata

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 320 2415324 erick-thohir-pertumbuhan-ekonomi-tidak-optimal-jika-tak-merata-XN8aqFQ8Ku.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini harus diimbangi dengan manfaat yang merata.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan optimal jika merata dan inklusif. Hal ini juga yang selalu diingatkan oleh Wakil Presiden kepada dirinya dalam setiap rapat di sidang kabinet.

Baca Juga: Momen Lebaran, Ekonomi RI Bisa Tembus 8,3% pada Kuartal II 2021

“Kami percaya pemulihan dan pertumbuhan ekonomi tidak optimal jika tidak merata dan tidak inklusif ini selalu diingatkan oleh pak Wapres kepada saya ketika memimpin rapat dalam review beberapa sidang kabinet,” ujarnya dalam acara Inaugurasi Putra-Putri Terbaik Papua dan Penyandang Disabilitas untuk Berkarya di BUMN di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Menurut Erick Thohir, Wapres berpesan dalam mendorong pertumbuban ekonomk jangan sampai ada daerah atau kelompok masyarakat yang tertinggal. Oleh karena itu, lewat perusahaan BUMN, dirinya mencoba untuk mengimplementasikan hal tersebut.

“Dan beliau memesankan jangan sampai ada yang tertinggal,” ucapnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 8,3% pada Kuartal II-2021

Erick mengatakan bahwa BUMN sebagai lokomotif ekonomi Indonesia tidak hanya berkomitmen dan konsisten dalam menggerakkan ekonomi nasional dan bersih-bersih BUMN saja. Tapi juga perusahaan milik negara ini didorong untuk bersih-bersih permasalahan ekonomi dan sosial yang ada di masyarakat.

“Bumn sebagai lokomotif Indonesia tidak hanya komitmen dan konsisten dalam menggerakan ekonomi nasional dan upaya transformasi dan bersih-bersih BUMN juga untuk bersih-bersih permasalahan ekonomi dan sosial yang ada di masyarakat pada umumnya yang semakin dalam akibat pandemi,” jelasnya.

Salah satu caranya adalah dengan pemerataan kesejahteraan dan kesempatan bagi penyandang disabilitas serta putra-putri Papua. Menurutnya, selain mmelakukan pengembangan sektor strategis di Papua, salah satu agenda transformasi dan tanggung jawab sosial BUMN di bidang human capital.

Dirinya ingin agar perusahaan BUMN ini bisa memberikan keberpihakan tidak hanya kepada talenta wanita dan millenial, melainkan juga kepada penyandang disabilitas serta talenta Papua. Salah satu bukti nyata yang sudah dilakukan adalah kini Kementerian BUMN sudah melakukan keberpihakan yang lebih tinggi di mana dua putra-putri Papua sekarang sudah menjadi direksi di perusahaan BUMN.

"Sosok-sosok ini menjadi wajah potensi besar talenta Papua, juga membuktikan kepada seluruh kalangan bahwa talenta Papua juga mampu menjadi pemimpin di perusahaan BUMN," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini