Menko Luhut Ingin Bumbu Indonesia Tenar di Dunia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 320 2416876 menko-luhut-ingin-bumbu-indonesia-tenar-di-dunia-m2s7t46N3b.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan kekayaan warisan nenek moyang RI yakni bumbu tradisional sedang digaungkan kembali. Bumbu tradisional digaungkan dalam program bertajuk Indonesia Spice Up The World yang merupakan kerja sama lintas sektor kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Menko Luhut: Proyek Industri Hijau Terbesar Dunia Bakal Ada di RI

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekspor pangan olahan, terutama bumbu melalui pemanfaatan rantai produksi global serta perluasan target pasar,” ucap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut B. Pandjaitan di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Dirinya menyakan bahwa program ini dicanangkan atas keprihatinan terkait kurang dikenalnya bumbu asli Indonesia padahal memiliki cita rasa yang khas dan potensi yang tinggi. Dilihat dari pemenuhan pasar mancanegara, menurut Menko Luhut, Indonesia hanya mampu memenuhi 0,67% kebutuhan bumbu di Afrika dan sekitar 3,87% kebutuhan di Australia.

Baca Juga: Atasi Banjir Jakarta, Menko Luhut: Perlu Integrasi Hulu hingga Hilir

“Indonesia perlu mendorong peningkatan produk bumbu masakan dan restoran sebagai etalase kuliner Indonesia di luar negeri,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan ukungan dari Kementerian Perdagangan atas program ini terlihat dengan penunjukan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional sebagai penanggung jawab.

“Kami di Kementerian Perdagangan saat ini tengah membuat pemetaan terkait rantai perdagangan bumbu dan rempah ini, khususnya untuk wilayah Afrika. Terkait dengan peluncuran Indonesia Spice Up The World di World Expo di Dubai mendatang, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini