BPJS Ketenagakerjaan Catat Iuran Peserta Capai Rp73,26 Triliun di 2020

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 320 2418112 bpjs-ketenagakerjaan-catat-iuran-peserta-capai-rp73-26-triliun-di-2020-7RJuqrCXSq.jpg Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan mencatat jumlah iuran yang terkumpul dari peserta aktif mencapai Rp73,26 triliun sepanjang 2020. Adapun nilai iuran sebesar 73,26 triliun itu berasal dari 50,7 juta peserta aktif dengan 30 juta tenaga kerja peserta aktif, serta 684.000 pemberi kerja aktif.

"Yang terkumpul sepanjang tahun 2020 sebesar Rp73,26 triliun. Dengan jumlah iuran tersebut, semua pembayaran klaim sepanjang tahun 2020 bahkan cukup dibayarkan hanya dengan iuran yang diterima," ujar Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Percepat BLT Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Menaker Minta Data BPJS Dipercepat

BPJS Ketenagakerjaan mencatat, pendapatan investasi yang direalisasikan mencapai Rp32,33 triliun, sehingga dapat memberikan imbal hasil bagi Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 5,59%. Bahkan, lebih tinggi dari bunga rata-rata deposito counter rate bank pemerintah sebesar 3,68%

Sebagai tambahan, hasil pengembangan investasi JHT di BPJS Ketenagakerjaan tersebut tidak dikenakan pajak, sedangkan bunga deposito di perbankan dikenakan pajak sebesar 20%.

Baca Juga: Data BPJS Kesehatan Diduga Bocor Termasuk Data PNS, Tjahjo Kumolo: Usut Tuntas!

Di sisi lain, peningkatan klaim JHT juga tercatat meningkat hingga 22%. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo menyebut, meningkatnya klaim JHT sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dan adanya kebijakan relaksasi Iuran dengan potongan hingga 99% selama 6 bulan.

"Tingkat Kesehatan Keuangan DJS maupun Badan BPJamsostek selama tahun 2020 juga dalam kondisi yang aman dan sehat," ujar Anggoro.

Dari paparannya, pertumbuhan DJS ditopang oleh kinerja investasi BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun lalu. Dimana, capaian dana investasi aset DJS tumbuh hingga 13,16% secara tahunan (YoY) dengan hasil investasi tumbuh sebesar 11,42% (YoY).

"Aset DJS yang dikelola BPJamsostek meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp483,78 triliun. Jika ditambah dengan Aset Badan dari BPJamsostek sebesar Rp15,8 triliun, maka sampai dengan penghujung tahun 2020 total mengelola aset sebesar Rp499,58 triliun," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini