Share

Covid-19 Memaksa Pelaku Usaha Tingkatkan Keterampilan dan Inovasi Produk

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 31 Mei 2021 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 320 2418190 covid-19-memaksa-pelaku-usaha-tingkatkan-keterampilan-dan-inovasi-produk-nJpcqFldxx.jpg Menteri Pariwisata Sandiaga Uno. (Foto: Okezone.com/Kemenpar)

CIREBON - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai pandemi Covid-19 memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan, utamanya sektor pariwisata dan juga pelaku usaha ekonomi kreatif. Parekraf dituntut berinovasi dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Covid 19 memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan bukan hanya dibidang jual online tetapi juga membuat konten kreatif untuk memasarkan produk-produkkita," ujar Sandiaga, dalam diskusi dengan pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Cirebon, Jawa Barat, Senin (31/5/2021).

Sandiaga memastikan, agar program pemerintah di bawah kementriannya memberikan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Kebut Pemulihan Sektor Parekraf, Sandiaga Uno Gandeng PT MRT Jakarta Hadirkan Lima Destinasi Super Prioritas di Ibu Kota

Sandiaga berkeyakinan dengan 3G para pelaku usaha ekonomi kreatif di wilayah Cirebon akan segera bangkit, "Kita harus terus melakukan inovasi kolaborasi adaptasi dan kolaborasi kita juga harus lakukan tiga G yaitu (gercep) gerak cepat, (geber) gerak bersama dan (gaspol) garap semua potensi," Pungkasnya.

Sementara itu, menurut Sandiaga para pelaku usaha ekonomi kreatif membutuhkan pembinaan dan akses permodalan.

Baca Juga: Kemenparekraf Patahkan Asumsi Pelaku Usaha Kecil tidak Bisa Masuk Bursa

"Para pelaku ekonomi kreatif memiliki suatu kebutuhan yang sama yaitu untuk diberikan pelatihan dan pendampingan dan juga akses permodalan ini yang akan kita bantu dengan program-program kemanprekraf untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya," tuturnya.

Sandiaga pun meminta pemerintah daerah setempat untuk membantu memetakan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 untuk segera didata. Dengan begitu, bantuan akan tepat sasaran.

“Kami melakukannya melalaui dana hibah pariwisata dan provinsi Jabar khususnya ciayu maja kuning ini kita sedang petakan kita butuh dukungan dari pemrov dan Pemkab dan Pemko untuk memberikan data-data terkini agar Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa diberikan sentuhan dana hibah," jelasnya.

Sementara itu, Salah Satu Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif, Qimano Milk Puding, Novi mengaku bersyukur dapat mempromosikan produk jualanya. Apalagi kedatangan Sandiaga menambah motivasi untuk terus bertahan.

"Alhamdulillah seneng bisa di datengi pak menteri, bisa ngobrol sama pak menteri ngobrol tentang mulai dari produksi bagaimana pemasaranya. Harapanya bisa berkembang lebih jauh dan saya datang ke acara ini sebagai media promosi juga. Produk yang jual harganya mulai dari Rp10 ribu sampai dengan Rp15 ribu," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini