Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramalan Sri Mulyani soal Nasib Rupiah di 2025, Bisa Menembus Rp15.000/USD

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 01 Juni 2021 |09:31 WIB
   Ramalan Sri Mulyani soal Nasib Rupiah di 2025, Bisa Menembus Rp15.000/USD
Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mempunyai gambaran soal nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hingga 2025. Rupiah diprediksi bergerak di level Rp13.500 hingga Rp15.000 per USD.

"Nilai tukar Rupiah masih ada tren kecenderungan penguatan, meskipun terbatas. Hal ini karena pemilihan global dan domestik akan meningkatkan aktivitas perdagangan. Saat ini ekspor tumbuh lebih tinggi dari impor, sehingga trade account kita positif dan CAD (current account deficit) menurun atau menjadi surplus," kata Sri Mulyani seperti dikutip youtube DPR, Selasa (1/6/2021).

Baca Juga: Strategi Pemerintah Bikin Rupiah Tekuk Dolar Dolar AS 

Terdapat beberapa faktor yang diperkirakan dapat mendorong penguatan Rupiah, yakni pemulihan ekonomi global dan domestik serta aktivitas perdagangan internasional. Selain itu, ada dampak positif dari beberapa langkah reformasi struktural seperti omnimbus law, pembentukan Lembaga Pengelola Invetsasi.

"Stance kebijakan moneter AS yang masih akomodatif dan langkah reformasi sektor keuangan untuk memperdalam pasar," katanya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis dengan kondisi nilai tukar rupiah pada 2022 dengan memproyeksi Rp14.100-14.500 per dolar AS. Namun, Indonesia harus bersiap pada tahun depan jika Bank Sentral AS, The Fed merubah stance kebijakan moneternya.

"Karena semua ini akan berpengaruh terhadap imbal hasil surat berharga negara kita maupun nilai tukar rupiah sehingga perlu diantisipasi," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement