Strategi Pemerintah Bikin Rupiah Tekuk Dolar Dolar AS

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 320 2418102 strategi-pemerintah-bikin-rupiah-tekuk-dolar-dolar-as-ySyBODpx5y.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sore ini ditutup menguat. Rupiah menguat tipis sebesar 5 poin ke level Rp14.280.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan ada beberapa strategi yang di lakukan pemerintah saat ini dan akan di lakukan oleh pemerintah guna untuk meningkatkan pemulihan ekonomi agar membaik pasca pandemi covid-19.

"Beberapa strategi tersebut salah satunya banyak mendapat kritikan dari masyarakat," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Rupiah Kian Menguat, Tekan Dolar AS ke Rp14.287

Strategi pertama adalah vaksinasi Covid-19 sebagai game changer. Hal merupakan langkah yang krusial untuk menentukan kesuksesan dalam mengakhiri pandemi Covid-19.

Untuk mencapai imunitas masyarakat, dibutuhkan 70% penduduk atau sekitar 181 juta masyarakat Indonesia yang perlu divaksinasi. Sebagai komponen utama dari ekonomi tentunya masyarakat yang sehat akan menghidupkan perekonomian dalam berbagai sektor, mulai dari manufaktur, pendidikan, UMKM, pariwisata dan lainnya.

Baca Juga: Rupiah Menguat Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan

"Selain itu, vaksinasi dapat menurunkan angka kematian. Dengan penanganan pandemi yang semakin baik, diprediksi bahwa perekonomian akan kembali di jalur positif, yaitu di angka 4,5-5,3% dan tentunya ini akan kembali didorong dengan lipom struktural, yang menjadi pendongkrak ekonomi di jangka menengah," jelasnya.

Strategi kedua, guna menutupi defisit anggaran maka pemerintah akan fokus terhadap masalah Kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dan akan segera dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dari sisi tarif, pemerintah mengusulkan PPh final 15% dari nilai aset untuk wajib pajak yang sudah mengikuti tax amnesty jilid I. Kemudian bila aset diletakkan di pasar obligasi negara maka dikenakan tarif 12,5%. Tarif tersebut lebih tinggi dibandingkan program tax amnesty tahun 2016 lalu.

"Kebijakan tersebut banjir kritik dari berbagai pihak," ujarnya.

Usulan lainnya adalah aset yang diperoleh untuk periode 2016 hingga 2019 akan dikenakan PPh final 30% dan 20% bagi aset yang diinvestasikan di pasar obligasi negara. Tax amnesty jilid II akan dibahas bersamaan dengan RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

"Surat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dikirimkan ke DPR. RUU juga masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas," jelasnya

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah tipis di rentang Rp14.260 - Rp14.300.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini