Mengintip Peluang Bisnis Sepakbola yang Banyak Diincar Artis, Bisa Bikin Kaya Raya?

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 455 2421269 mengintip-peluang-bisnis-sepakbola-yang-banyak-diincar-artis-bisa-bikin-kaya-raya-LW1IGnorrq.jpg Gading Marten Beli Persikota. (Foto: Okezone.com/Instagram Persikota)

JAKARTA - Fenomena artis membeli klub sepak bola khususnya Liga 2 Indonesia menjadi ramai diperbincangkan publik. Raffi Ahmad, Gading Marten, Atta Halilintar, Baim Wong hingga putra bungsu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep membeli klub sepakbola yang akan bermain di kasta kedua Liga Indonesia.

Diketahui, Raffi Ahmad bersama pengusaha Rudy Salim mengambil alih Cilegon FC dan mengubah namanya menjadi RANS Cilegon FC. Kemudian, Gading Marten baru sah mengakuisisi Persikota Tangerang. Selain itu, Atta Halilintar belum lama ini memperkenalkan klub baru yaitu AHHA PS Pati FC.

Baca Juga: Usaha Kuliner yang Menjanjikan versi Hendy Setiono

Melihat fenomena tersebut, Pengamat Sepak Bola Mohamad Kusnaeni menyebut bahwa bisnis di sepak bola cukup menarik. Tetapi, selama ini mengelola klub Liga 2 memang kurang menguntungkan.

Namun, dengan adanya selebriti yang saat ini membeli klub Liga 2 dinilai akan lebih baik dalam pengelolaannya karena kemampuannya sudah teruji dalam menghasilkan uang dan mereka selama ini memakai konsep bisnis yang berbeda dengan para pengelola klub Liga 2.

"Buat saya, ini menarik. Saya penasaran ingin melihat bagaimana mereka menggunakan konsep dan pendekatan bisnis yang berbeda dalam mengelola klub profesional. Siapa tahu kita bisa belajar banyak hal baru dari Raffi cs," ujar Bung Kus, sapaan akrab Kusnaeni kepada MNC Portal Indonesia, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Contoh Usaha Kuliner Pinggir Jalan, dari Martabak hingga Kue Cubit

Bung Kus menambahkan, jika dalam situasi normal, prospek industri sepak bola nasional sebetulnya cukup menjanjikan, terutama di kota-kota besar dengan basis penggemar cukup besar, seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

"Tapi, untuk saat ini, sebetulnya situasinya cukup berat karena pandemi Covid-19. Banyak klub mengalami tekanan yang cukup berat secara finansial," kata dia.

Dengan banyaknya pesohor yang tertarik masuk ke industri sepak bola nasional menunjukkan bahwa dengan segala permasalahannya, daya tarik sepak bola di Tanah Air masih sangat besar. Menurutnya, hadirnya para pesohor cukup positif bagi sepak bola nasional.

"Selain meningkatkan kepercayaan publik, juga membantu menggairahkan kembali industrinya yang agak tertekan selama masa pandemi ini. Pihak pengelola TV jadi makin tertarik menyiarkan, produsen dan pengiklan juga jadi lebih bersemangat kembali memberi dukungan," ucapnya.

Selain itu, Bung Kus sering meminta agar PSSI dan operator lebih serius untuk memperhatikan Liga 2, jangan hanya fokus membesarkan Liga 1. Menurutnya, tantangan saat ini berada di PSSI dan operator.

"Mereka harus bisa memfasilitasi dengan kompetisi yang menarik, profesional, sportif, dan akuntabel. Kalau itu gagal diwujudkan, para pesohor itu akan kecewa sehingga investasi mereka mungkin hanya seumur jagung. Dan itu bisa membawa citra buruk bagi sepak bola nasional," tuturnya.

"Jadi, kepada PSSI dan operator, saya minta kepercayaan ini dijaga betul. Tidak cukup hanya mampu menggelar kompetisi, tapi juga perlu dijaga betul kualitas, daya tarik, dan sportivitasnya," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini