Naik ke Level Tertinggi, Harga Minyak Dijual USD72,2/Barel

Rabu 09 Juni 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 320 2422259 naik-ke-level-tertinggi-harga-minyak-dijual-usd72-2-barel-OQ4QxEfCcy.jpg Harga Minyak Dunia Naik (Foto: Okezone.com/Pertamina)

NEW YORK - Harga minyak naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun di perdagangan Selasa waktu setempat. Harga minyak naik setelah diplomat tinggi AS mengatakan bahwa Amerika Serikat mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran.

Hal ini berarti tambahan pasokan minyak Iran tidak akan segera terjadi di pasar. Dengan begitu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 73 sen atau 1,0% menjadi USD72,22 per barel atau tertinggi sejak Mei 2019.

Baca Juga: RI Pasang Target Produksi 1 Juta Barel Minyak, Bisa Tercapai?

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 82 sen atau 1,2% menjadi USD70,05 per barel, tertinggi sejak Oktober 2018.

"Blinken (Menteri Luar Negeri AS) melihat realitas situasi dan mengatakan jika kita mendapatkan kesepakatan, masih ada jalan panjang," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun karena Aksi Ambil Untung

Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka harus membiarkan badan atom PBB terus memantau kegiatannya, sebagaimana tercantum dalam perjanjian yang telah diperpanjang hingga 24 Juni. Kemudian menempatkan pembicaraan yang lebih luas tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran dalam bahaya.

Minyak berjangka juga tertekan oleh data yang menunjukkan impor minyak mentah China anjlok 14,6% pada Mei dari setahun sebelumnya.

Namun pada tahun ini, harga minyak mentah telah meningkat dengan Brent naik hampir 40% dan WTI bahkan lebih tinggi karena ekspektasi permintaan kembali saat beberapa negara memvaksinasi penduduk mereka terhadap Covid-19.

Harga minyak menguat karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya mengekang tambahan jumlah pasokan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) memprediksi produksi minyak mentah AS diperkirakan turun 230.000 barel per hari (bph) pada 2021 menjadi 11,08 juta barel per hari.

"Lingkungan fundamental di pasar minyak tetap menguntungkan: permintaan bahan bakar pulih dengan kuat tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di Eropa setelah pencabutan pembatasan (sebagian)," kata Commerzbank.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini