Dia menyebutkan, negara-negara yang tidak mengizinkan peredaran minol jarang dikunjungi wisatawan asing. Contohnya, Brunei Darussalam dan Bahrain.
“Brunei Darussalam membangun hotel bintang enam yang dilapisi emas, tapi turis enggan berkunjung ke sana. Kenapa? Karena tidak daya tarik. Sebab, kesannya negara itu tertutup,” jelas dia.
Nicho juga berharap suatu saat adanya perusahaan kearifan lokal yang memproduksi minol melakukan intial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
“Arahnya harus seperti itu, supaya industri minol maju dan masyarakat dapat memiliki sahamnya,” kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)