Industri Hijau Mampu Hemat Listrik hingga Rp3,5 Triliun

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2423031 industri-hijau-mampu-hemat-listrik-hingga-rp3-5-triliun-WFeQPfDKn0.jpg Penghargaan Industri Hijau. (Foto: Okezone.com/Advenia)

JAKARTA - Penerapan industri hijau di Indonesia terus ditingkatkan karena memiliki banyak manfaat. Dalam merealisasikannya, Kemenperin pun akan memberikan Penghargaan Industri Hijau kepada para pelaku industri.

"Kami akan terus dorong para pelaku usaha agar bisa melihat peluang disekitar dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien, yang dapat digunakan kembali dan tentunya ramah lingkungan. Penghargaan Industri Hijau untuk memberikan motivasi kepada perusahaan industri yang telah berkomitmen menerapkan prinsip industri hijau secara konsisten" ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri Peluncuran Penghargaan Industri Hijau 2021 di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Banyak Orang WFH, Industri Furnitur Mampu Tumbuh 5% di Tengah Covid-19

Agus menjelaskan, Industri hijau merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan program Making Indonesia 4.0. Sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

"Berdasarkan hasil dari program Penghargaan Industri Hijau tahun 2019, tercatat penghematan energi sebesar Rp3,5 triliun, dan penghematan air sebesar Rp228.9 miliar," ujarnya.

Baca Juga: Libatkan Kadin Kembangkan Industri, Menperin: Anindya Bakrie Paham

Selain itu, penerapan industri hijau merupakan upaya pencegahan terhadap emisi dan limbah. Hal ini berhubungan erat dengan hasil penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER).

Kemenperin telah mensertifikasi 37 (Tiga puluh tujuh) perusahaan industri dimana seluruhnya tidak ada yang mendapatkan Proper Merah atau Hitam sehingga kedepan sangat wajar jika perusahaan yang tersertifikat industri hijau otomatis minimal mendapat proper biru.

Menperin menambahkan ekonomi hijau akan mengarahkan ekonomi Indonesia menjadi lebih efisien dalam penggunaan sumber daya alam yang terbatas . Selain itu dapat juga memperbaiki kondisi lingkungan yang sudah rusak akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.

Sejak 2010, Kemenperin sudah memberikan penghargaan kepada 895 perusahaan industri yang berkategori 4 dan 5. Untuk Level 4 dengan interval nilai 80,1 – 90,0 diberikan sebanyak 80%. Sementara untuk level 5 dengan interval nilai 90,1 – 100 sudah sebanyak 90%.

"Untuk yang berada dibawah level 4 dan 5 tidak kami beri penghargaan," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini