Cara RI Geber Produksi Bawang Merah hingga Kopi

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2423042 cara-ri-geber-produksi-bawang-merah-hingga-kopi-xVHJjSIwTr.jpg Sistem Resi Gudang Maksimalkan Kesejahteraan Pertanian. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menggelar rapat koordinasi sistem resi gudang (SRG) di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan capaian beberapa SRG.

"Di Jawa Tengah Kemarin ada beberapa SRG yang naik kelas. Di Brebes untuk bawang merah makin aktif dalam hal pembiayaan, di Kudus yang sebelumnya tidak digunakan dan tidak ada pengelola, sekarang sudah ada pengelola, demikian juga di Purworejo. Karena itu kita ingin Daerah lain harus terus didorong juga." Kata Wamendag Jerry Sambuaga, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Malang Jadi Contoh Budidaya Pertanian, Perkebunan hingga Peternakan

Menurutnya, potensi di Jawa Timur tidak kalah dari Jawa Tengah dalam hal komoditas. Dia menyebut beberapa komoditas seperti beras, jagung, garam, kopi dan tembakau.

"Jangan lupa juga ada komoditas lain seperti kedelai, ikan dan gula," ujarnya.

Di Jawa Timur sudah ada 23 gudang SRG yang didirikan Kemendag yang sudah dihibahkan ke pemerintah daerah serta beberapa gudang SRG milik swasta. Gudang-gudang milik pemerintah inilah yang saat ini sedang berusaha ditingkatkan.

Baca Juga: Menko Airlangga: Inggris Akui Kekuatan dan Komitmen RI Terapkan Pertanian Berkelanjutan

"Ini tantangan yang menarik karena dari 23 gudang baru kurang dari seperempatnya yang berfungsi. Kita berharap tahun ini yang sudah difungsikan bisa mencapai dua kali lipat dari sekarang." Tambah Wamendag.

Mengingat status gudang sudah dihibahkan ke Pemkab-Pemkab, maka menurut Jerry pemerintah daerah perlu didorong, diberikan sosialisasi dan fasilitasi agar gudang bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Bagi Jerry, para Bupati sebenarnya juga sangat ingin fasilitas di daerahnya bisa berkinerja optimal, tetapi beberapa hal mungkin menjadi penghambat.

"Tugas Kemendag dalam hal ini Bappebti adalah mendengarkan dan memetakan masalah Daerah dan bersama Pemda mencari solusi bersama sesuai dengan tupoksi masing-masing," ujarnya.

Belajar dari upaya di Jawa Tengah, Wamendag menyebut bahwa beberapa hal yang menghambat SRG antara lain mengenai pembiayaan, komitmen dan profesionalitas pengelola, akses pasar dan pengetahuan petani. Karena itu menurutnya Dia dan Bappebti akan memberikan dukungan dan fasilitasi pada sektor-sektor dimaksud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini