Sri Mulyani: Pemerintah Tidak Kenakan Pajak Sembako yang Dijual di Pasar Tradisional

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 320 2425095 sri-mulyani-pemerintah-tidak-kenakan-pajak-sembako-yang-dijual-di-pasar-tradisional-Zu8PrSMw3Q.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Belanja di Pasar Santa. (Foto: Okezone.com/Instagram)

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, pajak tidak asal dipungut untuk penerimaan negara, namun disusun untuk melaksanakan azas keadilan. Misalnya beras produksi petani kita seperti Cianjur, Rojolele, Pandan Wangi, dan lainnya yang merupakan bahan pangan pokok dan dijual di pasar tradisional tidak dipungut pajak (PPN).

"Namun beras premium impor seperti beras basmati, beras shirataki yang harganya bisa 5-10 kali lipat dan dikonsumsi masyarakat kelas atas, seharusnya dipungut pajak," ujarnya.

Demikian juga daging sapi premium seperti daging sapi Kobe, Wagyu yang harganya 10-15 kali lipat harga daging sapi biasa. Hal ini seharusnya perlakukan pajak berbeda dengan bahan kebutuhan pokok rakyat banyak.

"Itu asas keadilan dalam perpajakan dimana yang lemah dibantu dan dikuatkan dan yang kuat membantu dan berkontribusi," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini