Tim Khusus Luhut Bereskan Masalah Tol Cisumdawu dan Semarang-Demak

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 320 2426553 tim-khusus-luhut-bereskan-masalah-tol-cisumdawu-dan-semarang-demak-bLcpEz67Jl.jpg Menko Luhut Turunkan Tim Khusus Selesaikan Hambatan di Tol Cisumdawu. (Foto: Okezone.com/Kemenko Maritim)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menurunkan tim khusus untuk menyelesaikan hambatan terkait Tol Cisumdawu, Semarang-Demak dan exit tol KIT Batang.

Menko Luhut mengatakan, terkait perkembangan pembebasan lahan dan konstruksi di Tol Cisudawu, terdapat beberapa lahan yang sudah bebas, namun belum dapat dikonstruksi.

"Oleh karena itu, saya instruksikan kepada aparat penegak hukum dapat melakukan pendekatan dan penertiban di lokasi. Progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42%, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99%, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100%, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0%, seksi 6A Ujungjaya-Dawuan 36,83% dan 6B sebanyak 11,84%," kata Luhut di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Jalan Tol Manado-Bitung Seksi 2B Ditargetkan Tuntas Agustus 2021

Kemudian, pada lahan tol Cisumdawu tersebut terdapat overlapping kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat dan perizinan terkait lahan perhutani,

"Perlu percepatan terkait kajian pemberian izin penggunaan kawasan hutan, mengingat target selesai konstruksi yang sudah ditetapkan,” terangnya.

Kata dia, tanah wakaf dan tanah kas desa hingga saat ini belum bebas, karena proses penilaian yang telah dilakukan dianggap sudah outdated (dilakukan pada 2012), sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut terkait ketentuan penilaian ulang.

Baca Juga: Tol Cisumdawu Beres Tahun Ini, Menteri Basuki Percepat Pembebasan Lahan

Terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

“Sebagai catatan, ruas Semarang-Demak ini juga menjadi perhatian presiden beberapa waktu lalu yang sudah melakukan kunjungan ke ruas Semarang-Demak, hingga sepatutnya isu tanah musnah ini bisa kita selesaikan secara cepat,” jelas Menko Luhut.

Dilaporkan bahwa, progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99%, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100%, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0 persen, seksi 6 Ujungjaya-Dawuan 36,83% (6A) dan 11,84% (6B).

Kemudian, terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan. Lahan yang telah bebas sebanyak 960 dari 1.605 bidang atau 92,80 Ha dari 535,10 Ha (17,34%).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini