Kasus Corona Naik, Penumpang KRL Bakal Dites Covid-19

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 320 2427758 kasus-corona-naik-penumpang-krl-bakal-dites-covid-19-Vw6CRTLKMJ.jpg Menhub Minta Penumpang KRL di Tes Acak Covid-19. (Foto: Okezone.com/BKIP)

JAKARTA - Penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, bakal dilakukan tes secara acak (random test). Hal ini mengingat kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Saya mendapat laporan, bahwa jumlah pergerakan penumpang KRL per harinya cenderung meningkat, yaitu sekitar 400-500 ribu penumpang per hari," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (19/6/2021).

Baca Juga: Kapasitas KRL Dibatasi hanya 74 Penumpang, Awas Jangan Berdesakan

Seperti yang diketahui, pengguna KRL banyak peminatnya dan kasus Covid-19 tengah mengalami lonjakan cukup tajam. Oleh sebab itu, Menhub menugaskan kepada PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang.

Menurutnya, tes secara acak perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Baca Juga: Penumpang KRL Naik 6%, Stasiun Ini Kian Padat

Dirinya berharap masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.

"Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” ucap Menhub.

Terkait hal ini, Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang kereta tidak berdesakan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. KAI, Didiek Hartantyo menyatakan siap untuk melaksanakan random tes di beberapa stasiun utama.

"Kami telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL seperti misalnya: mewajibkan untuk penumpang memakai masker, mencuci tangan, memberi tanda tempat duduk dan tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak,"paparnya.

Dia pun menambahkan, PT. KAI akan membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap gerbong kereta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini