Berkat TikTok, ByteDance Raup Pendapatan Rp490 Triliun

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 20 Juni 2021 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 320 2427961 berkat-tiktok-bytedance-raup-pendapatan-rp490-triliun-tjIaHZUG5U.jpg Berkat TikTok, Pendapatan Bytedance Rp490 Triliun (Foto: Reuters)

Tekanan dari gedung putih

 

Popularitas TikTok yang sangat masif menjadikan ByteDance diselidiki oleh berbagai pemerintahan dunia, termasuk di AS dan China.

Pada hari Kamis, Reuters melaporkan sebuah perintah yang ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden di awal bulan ini akan memaksa beberapa aplikasi China. Ini adalah langkah yang lebih keras untuk melindungi data pengguna jika mereka ingin tetap tinggal di pasar AS.

Surat itu datang setelah Presiden Biden mencabut perintah eksekutif dari penggantinya Donald Trump yang melarang aplikasi dari China TikTok dan WeChat di AS.

Larangan itu menghadapi serangkaian tantangan hukum dan tidak pernah berlaku.

Sebaliknya, Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa mereka akan meninjau aplikasi yang dirancang dan dikembangkan oleh pihak-pihak yang berada di "area musuh", seperti China.

Selama pemerintahan sebelumnya, Presiden Trump secara rutin menyerang ByteDance. Dia menuduh TikTok sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.

Sementara para politisi dan pejabat khawatir mengenai data pribadi pengguna yang diteruskan ke pemerintah China. Namun TikTok membantah tuduhan bahwa pihaknya berbagi data pengguna dengan rezim pemerintahan di Beijing.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini