Holding BUMN Ultra Mikro, Erick Thohir Ingin Akses Pembiayaan Dipermudah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 320 2428339 holding-bumn-ultra-mikro-erick-thohir-ingin-akses-pembiayaan-dipermudah-MDahOS7S3c.jpg Menteri BUMN Erick Thohir soal Holding BUMN Ultra Mikro. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Holding BUMN Ultra Mikro segera dibentuk dan dapat menjadi solusi permasalahan segmen Ultra Mikro (UMi). Di mana, akses pendanaan UMi lebih murah dan cepat untuk menopang kemajuan bisnis.

Pendirian holding dipandang mampu menguatkan ketahanan ekonomi dan pertumbuhan yang berkualitas. Dengan demikian, pengurangan kesenjangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi pengusaha mikro bisa berjalan baik.

Baca Juga: Mengungkap Rencana Besar Erick Thohir-Prabowo Subianto di Holding BUMN Industri Pertahanan

"Tanpa holding BUMN di segmen UMi saat ini, banyak kendala yang dihadapi dalam akses pembiayaan. Biaya overhead yang tinggi karena model pemberdayaan membutuhkan pendampingan dan penyuluhan intensif," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Senin (21/6/2021).

Baca Juga: Transformasi Digital, Erick Thohir Ingin BUMN Semen Tangkap Peluang

Mantan Bos Inter Milan itu mencatat, kurangnya sumber daya manusia membuat usaha ultra mikro sulit dijangkau. Adapun dari sudut pandang perseroan, tanpa holding membuat segi pendanaan berbiaya relatif tinggi karena mengandalkan pinjaman dari pasar modal.

Di mana, pembiayaan pun tergantung kondisi pasar sehingga terdapat potensi kegagalan refinancing.

“Tentunya pemerintah secara keseluruhan memiliki solusi besar untuk menunjukan keberpihakan kepada sektor ultra mikro. Ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia maju, maka di dalamnya ada kemajuan segmen ultra mikro melalui penguatan ketahanan ekonomi. Kami sudah memetakan sinergi yang dapat dilakukan di BUMN untuk menguatkan keberpihakan kepada pengusaha ultra mikro,” kata dia.

Erick pun menjamin holding tersebut akan mensinergikan kekuatan dan keahlian ketiga perseroan. Holding dilakukan dengan tetap mempertahankan model bisnis gadai dari Pegadaian, konsep pemberdayaan sosial dari PNM, dengan BRI sebagai pendorong pertumbuhan karena merupakan perseroan terbesar dari ketiga BUMN tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini