Demam Investasi Kripto, Watimpres Bahas Implementasi di Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 320 2429463 demam-investasi-kripto-watimpres-bahas-implementasi-di-indonesia-ZBBsOCjTm8.png Wanimpres Bahas Pengelolaan Kripto di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Ketua Wantimpres Wiranto bersama Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga membahas pengelolaan kripto di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bahan kajian berbagai hal seputar cryptocurrency, bagaimana dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Wamendag Jerry Sambuaga mengatakan Wantimpres memberikan perhatian khusus terhadap komoditas digital yang tengah hits ini. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir perkembangan kripto memang sangat pesat dan harus ditangkap oleh semua pihak sebagai sesuatu yang baru yang harus ditangani dengan baik.

“Beliau (Wiranto) khususnya dan Dewan Pertimbangan Presiden pada umumnya memberikan perhatian yang khusus buat crypto. Ini dilakukan untuk melihat sejauhmana ini bisa berdampak terhadap perekonomian nasional dan bagaimana pula cara untuk mengoptimalkan manfaatnya,” kata Jerry.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok Lagi Gegara Sikap Tegas China

Menurut Jerry, ada beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan hangat itu, pertama, Ketua Wantimpres ingin mendengar bagaimana perkembangan kripto baik dalam lingkup internasional maupun dalam lingkup domestic.

Kedua, Wiranto ingin mengetahui bagaimana visi Kementerian Perdagangan dalam pengelolaan perdagangan asset kripto.

Jerry menjelaskan bahwa ragam dan jenis asset kripto sangat banyak. Ke depan banyak hal yang bisa dikelola dengan memanfaatkan basis teknologi dan perdagangan kripto.

Baca Juga: Bank Dunia Tolak Bantu El Salvador yang Pakai Bitcoin

Oleh karena itu, regulasi dan penataan kelembagaan terkait harus bisa mengakomodasi perkembangan ini agar bisa bermanfaat secara luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Kedua, Wamendag juga menjelaskan bahwa Kemendag melalui Bappebti sedang mempersiapkan pendirian bursa. Prioritas dari pendirian bursa adalah untuk perlindungan pelaku dan pemilik asset kripto serta upaya untuk optimalisasi dampak positifnya.

“Dengan regulasi yang jelas dan adanya bursa, pemilik dan pedagang asset kripto punya Batasan yang jelas mengenai asset mereka dan bagaimana perdagangannya. Dengan begitu mereka bisa beraktifitas secara legal dan terlindungi,” ujarJerry.

Selain itu, dengan adanya aturan yang jelas dan adanya bursa, maka pelaku perdagangan crypto tidak lari ke bursa lain di luar negeri. Saat ini sudah ada sekitar 9.000 jenis asset kripto dan terus berkembang. Pemerintah melalui Bappebti di bawah Kemendag telah menetapkan sekitar 229 aset kripto yang bisa diperdagangkan di Indonesia dengan nilai perdagangan lebih dari Rp1 triliun per hari.

Bappebti juga telah menerima pendaftaran dari pelaku usaha crypto yang akan mendirikan bursa. Bursa ini diharapkan segera berdiri dan aktif pada semester kedua tahun ini.

“Tanpa adanya bursa, mereka akan bertransaksi dengan pialang-pialang yang secara hukum susah dimonitor,” ujar Jerry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini