9 Fakta IHSG Sepekan Menguat meski Corona Menggila

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 27 Juni 2021 06:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 278 2431356 9-fakta-ihsg-sepekan-menguat-meski-corona-menggila-bYDNXzSr7f.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini dibayangi sentimen peningkatan signifikan kasus positif Covid-19. Walaupun begitu pergerakan IHSG masih ditutup menguat tipis di perdagangan akhir pekan. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone untuk pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu;

1. IHSG Sepekan Menguat Tipis

IHSG bergerak menguat selama akhir minggu keempat bulan Juni 2021. IHSG naik 0,25% ke posisi 6.022,399 dari 6.007,120 pada pekan sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada kapitalisasi pasar sebesar 0,28% sebesar Rp 7.128,143 triliun dari Rp 7.108,555 triliun dari pekan sebelumnya.

Baca Juga: Riset Saham MNC Sekuritas: Waspadai Dampak Positivity Rate 18,8% ke IHSG

2. Saham yang Melesat Positif

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 25 Juni 2021 terdapat beberapa saham yang naik positif sepekan. Mereka adalah; PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melesat 224,18 persen secara mingguan menjadi Rp590.

Kedua saham PT Anabatic Technologies Tbk. (ATIC) melesat 142,95 persen menjadi Rp1.810. Ketiga, saham PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) sukses naik 112,77 persen menjadi Rp1.000.

Keempat PT Limas Indonesia Makmur Tbk. (LMAS) melaju 94 persen menjadi Rp97. Kelima saham PT Indointernet Tbk. (EDGE) naik 84,76 persen menjadi Rp38.800.

Baca Juga: MNC Sekuritas Gelar CSR Pengolahan Sampah Plastik untuk Ibu-Ibu

3. Saham yang sukses nyungsep

Data BEI menunjukkan sebanyak 10 saham melemah di atas 20 persen sepanjang 21-25 Juni 2021 lalu. Berikut data data Bursa Efek Indonesia terkait saham nyungsep;

Pertama, saham PT Cahaya Bintang Medan Tbk. (CBMF) dengan penurunan harga 28,95 persen sepekan menjadi Rp81.

Kedua, saham PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA) turun 28,33 persen menjadi Rp86. Ketiga saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. (JMAS) turun 28,24 persen menjadi Rp188.

Keempat PT Arthavest Tbk. (ARTA) turun 25,13 persen menjadi Rp438. Kelima saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) turun 23,27 persen menjadi Rp155.

4. Kinerja Rata-rata Harian

Data BEI menunjukkan rata-rata frekuensi harian bursa selama sepekan mengalami perubahan sebesar 0,75% menjadi 1.156.570 transaksi dari 1.165.339 transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian turun 9,26% menjadi Rp11,391 triliun dari Rp12,554 triliun pada pekan sebelumnya.

Data rata-rata volume transaksi harian bursa mengalami perubahan 12,79% menjadi 18,570 miliar saham dari 21,293 miliar saham selama sepekan yang lalu.

5. Pergerakan investor asing

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp45,98 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing sudah mencatatkan beli bersih sebesar Rp17,063 triliun.

6. Aktivis Obligasi.

Selama periode 21 – 25 Juni 2021, tepatnya pada Kamis (24/6), terdapat satu pencatatan obligasi di BEI, yaitu Obligasi Berkelanjutan III Maybank Finance Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Maybank Indonesia Finance (BIIF) dengan nilai nominal sebesar Rp500.000.000.000,00 dan tingkat bunga tetap sebesar 6,30% per tahun dan jangka waktu 3 tahun. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk obligasi ini adalah AA+(idn) (Double A Plus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

7.Total Emisi Obligasi

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 35 emisi dari 28 emiten senilai Rp39,43 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 474 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp429,03 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 129 emiten.

8. Kinerja SBN

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 149 seri dengan nilai nominal Rp4.252,62 triliun dan USD400,00 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp6,51 triliun.

9. Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar naik sebesar 0,28 persen atau Rp19,59 triliun menjadi sebesar Rp7.128,14 triliun dari Rp7.108,55 triliun dari pekan sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini