IHSG Diprediksi Terkoreksi pada Level 5.864-5.979

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 278 2432389 ihsg-diprediksi-terkoreksi-pada-level-5-864-5-979-XMMSlw4Zq4.jpg IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tak akan menguat pada perdagangan hari ini. Indeks saham berada di level 5.864-5.979.

Menurut Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, secara teknikal IHSG konfirmasi pulled back bearish trend dan break out support MA20 dan MA50.

Baca Juga: IHSG Makin Anjlok 1,38% ke Level 5.939

"Indikasi mengalami momentum bearish dari indikator Stochastic dan RSI. MACD bergerak tertekan dengan histogram yang melemah. Sehingga secara teknikal IHSG masih berpotensi melemah dengan support resistance 5.864-5.979," ujar Lanjar dalam risetnya, Selasa (29/6/2021).

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal, di antaranya; AKRA, HMSP, INCO, INDY, LSIP, SIMP, TBLA, BBCA, BBTN, MIKA, SILO, KLBF, INAF.

Baca Juga: IHSG Masih Melemah di Jeda Sesi I

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 82,93 poin atau 1,38% ke level 5.939,47 setelah sempat dibuka mencoba bertahan di zona hijau. Pelemahan saham-saham disektor Material Dasar (-2.55%) dan Industri (-2.50%) menjadi penekan hingga akhir sesi.

Investor mencerna dampak Angka kasus covid-19 yang mencapai rekornnya dan PSBB lanjutan pada kinerja industri dan bisnis di dalam negeri. Investor domestik kehilangan momentum optimis terlihat dalam catatan net buy investor asing sebesar 65.38 Miliar rupiah.

Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia ditutup bervariasi terkonsolidasi. Indeks Nikkei (-0.06%), TOPIX (+0.15%), HangSeng (-0.16%) dan CSI300 (+0.22%) bergerak mendatar ditengah Pasar Asia Tenggara yang alami pelemahan terburuk, dipimpin oleh Malaysia setelah peguncian atau lockdown nasional yang diperpanjang.

Bursa Eropa dibuka melemah. Indeks Eurostoxx (-0.21%), FTSE (-0.27%) dan CAC (-0.14%) turun karena ketegangan Covid-19 yang kembali meningkat setelah strain Delta yang sangat menular mengancam untuk menggagalkan dampak dari liburan musim panas di Eropa. Selanjutnya investor akan terfokus pada data awal bulan seperti tingkat inflasi, kinerja manufaktur dan pertemuan OPEC+

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini