Kian Tertekan, Ancol Rugi Rp57 Miliar di Kuartal I-2021

Kamis 01 Juli 2021 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 278 2433761 kian-tertekan-ancol-rugi-rp57-miliar-di-kuartal-i-2021-oFIZwCb5Jv.jpg Ancol Ditutup Sementara karena Pandemi Virus Corona Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat rugi karena diberlakukannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Kebijakan tersebut untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19.

Rugi bersih perseroan di kuartal I-2021 membengkak menjadi Rp57,08 miliar dibandingkan rugi periode sama tahun lalu senilai Rp10,37 miliar. Peningkatan rugi usaha dipicu atas penurunan drastis pendapatan perseroan dari Rp218,82 miliar menjadi Rp89,48 miliar.

Penurunan tersebut memicu laba bruto perseroan juga anjlok dari Rp78,02 miliar menjadi Rp21,57 miliar. Penurunan tersebut juga memicu perseroan mencetak rugi usaha hingga Rp21,50 miliar sepanjang kuartal I-2021, dibandingkan dengan laba usaha senilai Rp17,60 miliar pada kuartal I-2020.

Baca Juga: Ditutup Sementara, Ancol Rugi Berapa?

Rugi usaha tak terhindarkan, meskipun beban umum dan administrasi turun dari Rp59,76 miliar menjadi Rp47,99 miliar. Rugi bersih perseroan dipicu atas pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Kamis (1/7/2021).

Pandemi tersebut telah memukul kinerja keaungan perseroan sejak tahun lalu, yaitu perseroan mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp392,83 miliar pada 2020, dibandingkan tahun 2019 dengan laba bersih hingga Rp230,42 miliar.

Manajemen menjelaskan, pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik serta berpengaruh signifikan terhadap bisnis dan kelangsungan usaha grup.

Baca Juga: 3 Hari Ditutup, Ancol: Berdampak pada Pendapatan

Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampaknya terhadap operasi dan kinerja keuangan grup. Sebelumnya, perseroan mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik serta berpengaruh signifikan terhadap bisnis dan kelangsungan usaha grup.

Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampaknya terhadap operasi dan kinerja keuangan grup. Saat ini dampak signifikan yang dialami grup adalah menurunnya jumlah pengunjung akibat adanya pembatasan kuota kunjungan per hari yang tercermin dari penurunan pendapatan tiket.

Perkembangan dampak tersebut bergantung pada beberapa hal di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan pemerintah untuk menangani ancaman Covid-19, serta dampak faktor-faktor tersebut terhadap pegawai dan pelanggan grup.

Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki grup, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya. Selama pandemi sendiri, manajemen Ancol Taman Impian memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung 25% dan menjadi 50% dan bahkan pernah ditutup.

Selain itu, pengunjung berusia di bawah 9 tahun dan lansia di atas 60 tahun hanya diperbolehkan memasuki kawasan pantai dan ruang terbuka hijau, namun tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Ancol unit rekreasi di wahana Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Ocean Dream Samudra, Pasar Seni Faunaland, dan Gondola.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini