Dihantam Corona, Penjualan HK Metals Anjlok 53,9%

Senin 05 Juli 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 278 2435632 dihantam-corona-penjualan-hk-metals-anjlok-53-9-S5PtwnvNV0.jpg HK Metals Utama Cata Penurunan Penjualan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) mencatatkan penurunan penjualan hingga 53,98% dari Rp1,22 triliun menjadi Rp559,95 miliar sepanjang 2020.

Direktur Utama HK Metal Utama Muhamad Kuncoro mengungkapkan, turunnya performa keuangan pada 2020 merupakan imbas atau dampak dari penurunan performa ekonomi domestik dikarenakan Covid 19.

Kondisi ekonomi menantang pada 2020 memberikan dampak yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.

Baca Juga: Fokus Ke Pasar Alumunium Ekstrusi, HK Metals Utama Optimistis Bertahan

Alhasil dari penurunan penjualan, emiten barang baku logam dan mineral ini membukukan rugi tahun berjalan pada tahun 2020 sebesar Rp235,70 miliar. Sementara pada 2019, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp89,23 miliar.

Selain itu, pada pencatatan laporan keuangan tahun 2020 perseroan membukukan kerugian tambahan sebesar Rp159,39 miliar atas de-konsolidasi entitas anak dalam likuidasi akibat salah satu entitas anak perseroan PT Hakaru Metalindo Perkasa dijatuhi putusan pailit atas PKPU. Meski kinerja keuangan negatif, perseroan berkomitmen yang terbaik untuk menjaga kepentingan stakeholder setelah melalui tantangan pada 2020.

Baca Juga: HK Metals Utama Bidik Ekspor Manufaktur ke Australia dan Kanada

“Manajemen berkomitmen yang terbaik untuk menjaga kepentingan para stakeholder serta mencari solusi atas tantangan-tantangan di masa yang akan datang,” ungkap Kuncoro, demikian dikutip dari Harian Neraca, Senin (5/7/2021).

Disampaikan Kuncoro, meski program transformasi perusahaan sudah mulai menunjukan hasil dengan meningkatnya output produksi dari unit-unit bisnis manufaktur perusahaan, namun tentunya hal ini membutuhkan waktu dan proses dan tidak ada keberhasilan yang diraih dengan instan.

Sementara Direktur HK Metals Utama, Jodi Pujiyono yang juga merupakan sekretaris perusahaan menambahkan, tahun 2021 merupakan tahun awal dimulainya transformasi dengan komitmen untuk meningkatkan margin operasional, penurunan beban dalam rangka efisiensi, dan inovasi strategis. Dirinya melihat, potensi sektor bahan bangunan masih sangat baik ke depannya seiring dengan pemulihan ekonomi.

Dia juga menilai, rencana proyek strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, perencanaan Ibukota baru, insentif pajak pada sektor properti, serta didukung jumlah 270 juta jiwa penduduk Indonesia sebagai bonus demografi sebagai faktor penting pertumbuhan sektor bahan bangunan.

Selain itu, dia menambahkan bahwa mulai pulihnya penjualan para emiten properti di periode kuartal I-2021 juga mendukung perbaikan kinerja perseroan. Sebagai informasi, penjualan perseroan terdiri dari produk manufaktur yang terdiri dari aluminium sebesar Rp264,11 miliar, baja ringan senilai Rp139,95 miliar yang mendominasi penjualan selama 2020.

Kemudian penjualan produk pipa PVC senilai Rp30,25 miliar. Kemudian juga terdapat penjualan stainless steel senilai Rp35,60 miliar yang meningkat dari tahun sebelumnya senilai Rp27,42 miliar. Peningkatan penjualan juga terdapat pada produk toilet dan sanitary wares dari Rp15,40 miliar pada 2019 menjadi Rp26,31 miliar pada 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini