nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HK Metals Utama Bidik Ekspor Manufaktur ke Australia dan Kanada

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 10:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 278 2067692 hk-metals-utama-bidik-ekspor-manufaktur-ke-australia-dan-kanada-BKhGsQcpGI.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Emiten manufaktur, perdagangan bahan bangunan, dan perlengkapan rumah tangga PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) membidik pangsa pasar baru ke wilayah Australia dan Kanada.

Direktur Utama HKMU, William Ngasidjo Achmad mengatakan, ekspor bisnis manufaktur tersebut akan dilakukan melalui anak usahanya PT Handal Aluminium Sukses (HAS).

“Salah satu anak usaha kami yang telah melakukan ekspor perdananya, yaitu HAS ke Amerika dan Belanda,” kata William diJakarta, kemarin.

 Baca Juga: Laba Bersih HK Metals Melesat 117,83% Jadi Rp66,92 Miliar

Pada tahun ini PT HAS juga sedang menjajaki melakukan ekspor kedua negara baru. “Pada tahun 2019, HAS menargetkan untuk ekspor ke Australia dan Kanada, saat ini perseroan sedang dalam proses pembuatan sertifikat DNV GL sebagai syarat untuk ekspor ke Australia,” ujarnya.

Menurut William, pada kuartal I/2019 perseroan membukukan kenaikan penjualan sebesar 55% menjadi Rp357 miliar dibandingkan dengan periode sama tahun sebelum nya sebesar Rp230 miliar. Peningkatan penjualan tersebut sebagian besar dipicu oleh ke naikan dari penjualan anak-anak usaha perseroan. Dengan kenaikan tertinggi terjadi pada PT HAS yang naik 258% men jadi Rp129 miliar.

“Pada kuartal pertama ini porsi penjualan HKMU yang berasal dari segmen bisnis perdagangan menyusut menjadi 60%, sedangkan sisanya segmen bisnis manufaktur, ke depannya kami berkomitmen menjadi kan porsi manufaktur dan perdagangan menjadi 50:50,” katanya.

Secara terpisah, perusahaan industri serat stapel buatan dan industri non moven (bukan tenunan), PT Inocycle Technology Group, berencana melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).

 Baca Juga: Melantai di Bursa, Saham Communication Cable Systems Naik 30,4%

Perseroan akan melepas sahamnya ke publik sebanyakbanyaknya sebesar 800 juta atau sebesar 39,99% saham biasa atas nama yang merupakan saham baru dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal Rp100 dengan kisaran harga penawaran sebesar Rp240-380 per saham.

Direktur Inocycle Technology Group Suhendra Setiadi mengatakan, seluruh dana hasil IPO tersebut akan digunakan sekitar 40% untuk pembayaran utang pada PT Putra Kary International dan 30% untuk pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan baru dalam bentuk usaha patungan.

Sementara sekitar 30% akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan operasional di antaranya pembelian bahan baku.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini