Share

MNC Investama Raup Pendapatan Rp14,8 Triliun pada 2020

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 06 Juli 2021 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 278 2436469 mnc-investama-raup-pendapatan-rp14-8-triliun-pada-2020-zoOBKeyjxN.jpg MNC Investama Raup Pendapatan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dalam RUPST PT MNC Investama Tbk, Direktur Utama MNC Investama Darma Putra mengatakan bahwa pada tahun 2020, pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp14,8 triliun, ada sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat wabah Covid-19 sepanjang tahun 2020.

"Pendapatan konsolidasi Perseroan dari sektor media yang mencakup iklan digital dan non digital, media berbasis konten, TV berbayar dan broadband melemah sekitar 1% lebih secara yoy menjadi Rp11,52 triliun pada tahun 2020," ujar Darma di Jakarta, Selasa(6/7/2021).

Pendapatan iklan non digital menunjukkan penurunan sedikit menjadi Rp5,56 triliun di tahun 2020, dibandingkan Rp5,7 triliun di tahun 2019.

Baca Juga: MNC Investama Incar Kenaikan Laba dan Pendapatan hingga 20% Tahun Ini

"Pelemahan ini terutama diakibatkan adanya wabah Covid-19 di sepanjang tahun 2020. Upaya perseroan yang terus mengembangkan segmen bisnis media digital di tengah pengembangan pesat dunia digital juga mendorong pendapatan iklan digital tumbuh tinggi hingga 39,55% yoy menjadi Rp973 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp597 miliar," tambahnya.

Darma melanjutkan, pendapatan dari segmen TV berbayar dan broadband naik 1,53% menjadi Rp3,69 triliun yoy. Pendapatan dari sektor jasa keuangan tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan bunga dividen sebesar 45%.

Baca Juga: Izin ke Pemegang Saham, MNC Investama Bakal Rights Issue

"Walaupun pendapatan bersih konsolidasi melemah sedikit pada tahun 2020, efisiensi beban selama pandemi Covid-19 berdampak cukup positif terhadap profitabilitas perusahaan. Laba sebelum pajak dan laba bersih tahun berjalan konsolidasi perusahaan tercatat masing-masing sebesar Rp2,19 triliun dan Rp1,53 triliun," jelas Darma.

Dari sisi neraca, pada tahun 2020 jumlah aset konsolidasi perseroan meningkat menjadi Rp59,5 triliun atau tumbuh sebesar 3,25%. Dari sisi liabilitas perusahaan, posisinya menurun dari Rp28,78 triliun di 2019 menjadi Rp28,07 triliun di tahun 2020. Ekuitas konsolidasi perseroan menguat 8,95% menjadi Rp31,4 triliun.

"Berdasarkan kinerja Perseroan di tahun buku 2020 tersebut, dengan memperhatikan kebutuhan pendanaan Perseroan dan entitas anaknya, untuk lebih mengembangkan usahanya di tahun mendatang, direksi mengusulkan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham Perseroan dan seluruhnya akan dibukukan sebagai laba bertahan untuk memperkuat permodalan," pungkas Darma.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini