Daftar Harga Eceran Tertinggi 11 Obat Covid-19

Rabu 07 Juli 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 320 2436963 daftar-harga-eceran-tertinggi-11-obat-covid-19-X8RLS4vMPZ.jpeg Obat Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi 11 obat terapi Covid-19. Harga eceran tertinggi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi COVID-19.

''Harga eceran tertinggi ini merupakan harga jual tetinggi obat di Apotek, Instalasi farmasi, RS, klinik dan Faskes yang berlaku di seluruh Indonesia,'' kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: Penumpang di Bandara Adisutjipto Bisa Nikmati Layanan Vaksinasi Covid-19

Berikut adalah 11 obat beserta harga eceran tertinggi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menkes:

1. Favipiravir 2OO mg (Tablet) Rp.22.500 per tablet

2. Remdesivir IOO mg (Injeksi) Rp.510.000 per vial

3. Oseltamivir 75 mg (Kapsul) Rp.26.000 per kapsul

Baca Juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Diperbarui, Ini Cara Mengunduhnya

4. lntravenous Immunoglobulin 5% 50 ml (lnfus) Rp.3.262.300 per vial

5. lntravenous Immunoglobulin 10% 25 ml (Infus) Rp.3.965.000 per vial

6. lntravenous Immunoglobulin l07o 5O ml (Infus) Rp.6.174.900 per vial

7. Ivermectin 12 mg (Tablet) Rp.7.500 per tablet

8. Tocilizrrmab 4O0 mg/20 ml (Infus) Rp.5.710.600 per vial

9. Tocilizumab 8o mg/4 ml (Infus) Rp.1.162.200 per vial

10. Azithromycin 50O mg (Tablet) Rp.1.700 per tablet

11. Azithromycin 50O mg (Infus) Rp.95.400 per vial

Budi Sadikin juga meminta dengan tegas kepada pelaku usaha obat-obatan untuk patuh terhadap aturan tersebut.

Lebih jauh lagi, Budi juga mengharapkan tidak ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan tidak wajar di tengah pandemi.

''Jadi 11 obat yang sering digunakan dalam masa pandemic COVID-19 ini kita sudah atur harga eceran tertingginya. Saya tegaskan di sini, saya sangat tegaskan di sini kami harap aturan harga obat itu agar dipatuhi,'' tukas Budi.

Seperti diketahui, masih terdapat sejumlah aplikasi belanja daring yang menjual obat terapi Covid-19 dengan harga tinggi.

Kemenkes meminta masyarakat untuk tidak membeli obat terapi Covid-19 secara bebas di platform belanja daring ilegal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini