Dolar AS Menguat Tipis di Tengah Perdebatan Pejabat The Fed

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 278 2437265 dolar-as-menguat-tipis-di-tengah-perdebatan-pejabat-the-fed-VYRdABG5ul.jpg Dolar AS (Foto: Shutterstock)

Salah satu pendorong utama valas pada paruh kedua tahun ini adalah divergensi bank sentral yang mulai mengurangi stimulus moneter, berdasarkan fundamental ekonomi yang kuat, dan yang tidak, kata Win Thin, kepala strategi mata uang global di Brown Brothers Harriman.

Indeks dolar AS saat ini diperdagangkan lebih dari 3,0 persen di atas pada Februari ketika imbal hasil AS terakhir serendah ini, katanya.

"Yang membawa kita kembali ke kinerja ekonomi AS yang diantisipasi dan akhirnya penarikan stimulus oleh The Fed," katanya.

Euro menyentuh level terendah tiga bulan terhadap dolar pada Rabu (7/7/2021) setelah data Jerman menimbulkan keraguan tentang kekuatan pemulihan ekonomi.

Mata uang tunggal Eropa berpindah tangan pada 1,18035 dolar AS, setelah sebelumnya menyentuh level terendah tiga bulan di 1,17815 dolar AS. Terhadap yen, euro turun menjadi 130,535 yen, mendekati level terendah dua bulan di 130,05 yang ditetapkan pada 21 Juni.

Sentimen investor di Jerman, ekonomi terbesar zona euro, turun tajam pada Juli, meskipun tetap pada level yang sangat tinggi, lembaga penelitian ekonomi ZEW melaporkan.

Mata uang sensitif risiko lainnya terpukul setelah harga minyak jatuh karena produsen OPEC membatalkan pertemuan ketika pemain utama tidak dapat mencapai kesepakatan untuk meningkatkan pasokan.

Dolar Australia merosot 0,14 persen menjadi 0,7484 dolar AS, stabil setelah rebound pada Selasa (6/7/2021) ketika bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia/RBA, mengambil langkah pertama menuju pengurangan stimulus.

RBA mengumumkan putaran ketiga dari program pelonggaran kuantitatifnya, meskipun dengan ukuran yang lebih kecil dari dua putaran sebelumnya, sambil mempertahankan obligasi April 2024 untuk target imbal hasil tiga tahun sebesar 0,1 persen.

Yen Jepang diperdagangkan sedikit berubah pada 110,590 yen per dolar, masih mempertahankan kenaikan dari level terendah 15-bulan di 111,64 yang disentuh minggu lalu.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini