AirAsia Caplok Gojek di Thailand Rp725 Miliar

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 320 2437586 airasia-caplok-gojek-di-thailand-rp725-miliar-x2E4Ih3eR4.jpg AirAsia (Foto: Reuters)

JAKARTA - AirAsia Group Berhad melalui anak usahanya AirAsia Ads Sdn Bhd (AirAsia Superapps) mengakuisisi dan membeli bisnis berbasis ride-hailing Gojek yang beroperasi di Thailand. Nantinya, Gojek akan memperoleh 4,76% saham dari platform digital milik AirAsia tersebut.

Nilai transaksi AirAsia mengakuisisi Gojek USD50 juta atau setara Rp725 miliar (kurs Rp14.500 per USD). Transaksi ini dilakukan lewat pembelian saham di bisnis ride hailing dan bisnis fintech.

Nantinya Gojek disebut akan mendapat kepemilikan saham di super app AirAsia yang kini memiliki nilai pasar USD1 miliar. Angka ini lebih besar maskapai AirAsia saat ini sebesar USD868 juta.

Perjanjian dengan startup unicorn Indonesia itu terjadi hanya seminggu setelah AirAsia mengajukan lisensi perbankan digital di Malaysia.

Hal tersebut menandakan pergeseran fokus ke bisnis digital, karena sebagian besar armada AirAsia tetap tidak beroperasi di tengah pembatasan akibat virus Corona.

"Dengan mengambil alih bisnis Gojek Thailand yang sudah mapan, kami akan dapat meningkatkan ambisi kami di bisnis digital," kata Chief Executive AirAsia Tony Fernandes dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jakarta, Kamis (8/7/2021).

AirAsia SuperApp menawarkan layanan perjalanan, e-commerce, dan keuangan serta merupakan salah satu dari tiga perusahaan di bawah grup AirAsia Digital. Adapun yang lainnya adalah usaha logistik teleport dan bisnis fintech BigPay.

Sementara itu, Direktur Konsultan Bisnis Thailand Asia Group Advisors Nattabhorn Juengsanguansit mengatakan, AirAsia dapat memberikan dorongan kepada Gojek di Thailand di mana perusahaan rintisan ini tertinggal dari pesaing pengiriman makanan dan transportasi.

"Namun, usaha tersebut menghadapi persaingan ketat dalam pengiriman makanan dari Line Man, yang menerima dorongan modal besar tahun lalu. Grab (Singapura) memiliki posisi kuat dalam layanan transportasi online dan Bolt dari Estonia mengembangkan pangsa pasarnya," katanya.

Bisnis Gojek di Thailand yang mencakup layanan transportasi online, pengiriman makanan, dan pembayaran adalah operasi terkecil di luar negeri dan memiliki pangsa pasar yang jauh lebih kecil daripada pemimpin pengiriman makanan Grab.

Gojek akan fokus meningkatkan investasi di Vietnam dan Singapura setelah kesepakatan selesai, kata pernyataan itu.

"Kami melihat di mana kami dapat benar-benar berkomitmen pada sumber daya untuk memastikan bahwa tim kami memiliki jalur menuju kepemimpinan pasar, dan kami melihat itu di Vietnam dan Singapura, dan karenanya komitmen kami di sana sama kuatnya jika tidak lebih kuat dari sebelumnya,” kata CEO Gojek Kevin Aluwi kepada wartawan.

Dia menambahkan, rencana Gojek untuk melakukan penawaran umum perdana tetap berjalan meskipun fokus pada kedua pasar tersebut tidak secara langsung terkait dengan pengejaran IPO.

Padahal bisnis Gojek di Thailand merugi pada 2019 dan 2020, menurut akun yang diberikan saat pengumuman kesepakatan.

Pada bulan Maret, Fernandes mengatakan bahwa maskapai tersebut dapat memperoleh 1 miliar ringgit (USD240,62 juta) dalam bentuk pinjaman bank dan pada bulan April kelompok tersebut mengharapkan untuk melihat kejelasan tentang penggalangan dana dalam dua hingga tiga bulan.

AirAsia telah mencari sejak tahun lalu untuk mengumpulkan hingga 2,5 miliar ringgit untuk mengatasi kemerosotan sektor penerbangan akibat pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini