Share

Bu Sri Mulyani, Nih Ada Usul agar Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5%

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 320 2437628 bu-sri-mulyani-nih-ada-usul-agar-ekonomi-ri-bisa-tumbuh-5-lLMisGQHe6.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mendorong kinerja industri manufaktur dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

“Strategi mencapai pertumbuhan ekonomi untuk bisa tumbuh di atas 5% perlu dijalankan pemerintah. Mendorong kinerja industri manufaktur menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” kata Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet dilansir dari Antara, Kamis (8/7/2021).

Baca Juga: Update Corona 8 Juli 2021: Positif 2.417.788 Orang, 1.994.573 Sembuh dan 63.760 Meninggal

Yusuf menyatakan beberapa upaya dapat dilakukan agar kinerja industri manufaktur mencetak tren positif seperti melakukan reformasi struktural untuk sektor ini. Kemudian menyiapkan kebijakan industri dari hulu sampai hilir, memberi dukungan investasi dan pembiayaan, hingga membentuk kebijakan fiskal yang difokuskan pada sektor ini.

Tak hanya itu, ia menuturkan pemerintah juga harus merencanakan upaya jangka panjang yakni menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mengingat Indonesia memiliki bonus demografi.

Baca Juga: Breaking News: Pecah Rekor Lagi, Positif Covid-19 Bertambah 38.391 Kasus

“Bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia saat ini perlu di selaraskan dengan upaya penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan skill dan kapasitas SDM tersebut juga sekaligus mendorong Indonesia untuk bisa kembali menjadi upper middle income country bahkan high income country di masa mendatang.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Upaya-upaya tersebut harus dilakukan mengingat Bank Dunia dalam laporan World Bank Country Classifications by Income Level: 2021-2022 menunjukkan pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan pendapatan per kapita di Indonesia.

Pendapatan per kapita turun dari 4.050 dolar AS pada 2019 menjadi 3.870 dolar AS pada 2020 sehingga membuat Indonesia kembali masuk pada kategori negara berpendapatan menengah bawah atau lower middle income country.

“Paling penting tentu mengembalikan track pertumbuhan ekonomi setidaknya seperti sebelum terjadinya pandemi,” tegas Yusuf.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini