Share

Bos Bukalapak Buka-bukaan soal Kabar Merger dan IPO di AS

Aditya Pratama, iNews · Jum'at 09 Juli 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 278 2438141 bos-bukalapak-buka-bukaan-soal-kabar-merger-dan-ipo-di-as-oWW2j0XMnm.png Bursa Saham AS (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021. Perusahaan e-commerce ini akan menggunakan kode saham BUKA.

Presiden Direktur Bukalapak Muhammad Rachmat Kaimuddin menjawab terkait peluang Bukalapak untuk melakukan merger atau penggabungan usaha dengan perusahaan startup unicorn lain.

"Saat ini fokus kami di Bukalapak adalah kita ingin menyelesaikan penawaran umum perdana kita atau IPO, jadi selanjutnya nanti kita lihat yang mana yang terbaik untuk Bukalapak," ujar Rachmat dalam public expose Bukalapak secara virtual, Jakarta, Jumat (9/7/2021),

Baca Juga: Mau Listing di Wall Street, CEO Bukalapak: No Comment

Selain itu, Rachmat juga menanggapi mengenai kemungkinan Bukalapak untuk melakukan double listing atau pencatatan saham di bursa luar negeri atau informasi yang beredar di Amerika Serikat (AS). Dia menegaskan saat ini fokus untuk listing di BEI.

"Fokus kita hari ini adalah listing di Bursa Efek Indonesia," kata dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Rachmat juga menjelaskan bahwa setelah melaksanakan IPO pihaknya akan terus melanjutkan strategi bisnis yaitu mengembangkan ekosistem all-commerce baik Bukalapak maupun Mitra Bukalapak.

"Kita ingin selalu menambah produk, layanan, mitra dan juga tentunya menambah fitur-fitur supaya UMKM kita lebih banyak lagi yang terdigitalisasi, lebih banyak lagi yang mempunyai bisnis proses yang lebih baik, punya akses permodalan yang baik dan juga tentunya bisa membantu masyarakat untuk bisa berbelanja lebih baik lagi," ucapnya.

Adapun dengan fitur marketplace yang telah dimiliki, Bukalapak juga melakukan ekspansi dengan membuka jaringan offline melalui Mitra Bukalapak yang mana dengan melakukan digitalisasi warung dan bisa menjadi infrastruktur tambahan.

"Selain itu warung sendiri ini juga bisa menjadi customer kami, jadi, untuk meningkatkan transaksi-transaksi di Bukalapak, kami saat ini punya total ekosistem online/offline yang kami sebut All-commerce baik itu lewat aplikasi e-commerce Bukalapak dan juga jaringan Mitra Bukalapak dan aplikasinya," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini