Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Skenario PPKM Darurat Diperpanjang, Ekonomi Kuartal III Diprediksi Loyo

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Selasa, 13 Juli 2021 |13:41 WIB
Skenario PPKM Darurat Diperpanjang, Ekonomi Kuartal III Diprediksi Loyo
Pertumbuhan ekonomi diprediksi menurun jika PPKM Darurat diperpanjang (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan skenario PPKM Darurat diperpanjang hingga 6 minggu. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan apabila skenario perpanjangan PPKM Darurat diterapkan akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021.

Baca Juga: Sholat Idul Adha dan Kurban di Masjid Istiqlal Masih dalam Perencanaan

Terdapat tiga sektor yang menjadi acuan Faisal mengapa pertumbuhan ekonomi diproyeksikan turun selama penerapan kebijakan tersebut. Pertama, adalah sektor ritel yang menjadi sasaran pembatasan sosial lantaran ada banyak kontak fisik di dalamnya.

"Terutama yang terasa adalah sektor-sektor yang paling menjadi sasaran restriksi yaitu ritel yang besar, berupa department store dan mal," kata Faisal saat dihubungi MNC Portal, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Diperketat, Penumpang KA Lokal Turun 69%

Kedua, sektor transportasi, yang menurutnya juga akan terkena imbas. Meskipun ada keringanan sampai 70% mobilitas sosial, jasa transportasi baik darat, laut, dan udara akan terkena dampak perpanjangan PPKM Darurat.

Sementara sektor pariwisata, jelasnya, akan mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam durasi 4-6 minggu penerapan perpanjangan.

"Sehingga ini potensinya dapat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III," terangnya.

Faisal memandang bahwa masyarakat Indonesia masih mengandalkan kontak fisik alias pelayanan face-to-face dalam setiap kegiatan ekonomi.

Dia berharap pemerintah bisa memaksimalkan wacana tersebut apabila jadi diberlakukan. Lebih jauh dirinya juga mengharapkan agar dapat mengejar target kekebalan komunitas sampai akhir tahun 2021.

"Walaupun misalkan berdarah-darah ekonominya selama diberlakukan pembatasan, tapi kalau kemudian efektif, pandemi turun dan lebih cepat dicabut, maka ekonomi bakal berjalan lagi," jelasnya.

Senada, Ekonom Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira secara spesifik memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-III bakal mengalami kontraksi.

"Pertumbuhan ekonomi di kuartal III dapat terkontraksi hingga -0,5% sebagai batas bawahnya dan di kisaran 2% untuk batas atasnya,"kata Bhima kepada MNC Portal di Jakarta, Selasa (13/7/2021).

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement