Skenario PPKM Darurat Diperpanjang, KSPI: Ancaman Ledakan PHK di Depan Mata

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 320 2439949 skenario-ppkm-darurat-diperpanjang-kspi-ancaman-ledakan-phk-di-depan-mata-vuuCoPNL9G.jpg KSPI: Ancaman Ledakan PHK di Depan Mata (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membocorkan skenario memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai 4-6 minggu ke depan. Menanggapi hal itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berharap tidak ada pelanggaran hak-hak buruh.

KSPI meminta kepada pemerintah juga memastikan agar tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak buruh. Karena tidak menutup kemungkinan dalam situasi PPKM darurat ini perusahaan melakukan PHK terhadap buruh.

“Terus terang, saat ini ancaman adanya ledakan PHK sudah di depan mata. Karena saat ini sudah banyak perusahaan yang mengajak serikat pekerja berunding untuk membicarakan program pengurangan karyawan,” kata Said di Jakarta, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Bocoran Sri Mulyani: Skenario PPKM Darurat Diperpanjang hingga 6 Minggu 

Selain itu, lanjut Said, sudah ada pekerja yang dirumahkan dan bisa dipastikan upahnya terancam akan dipotong. Buruh meminta agar pengusaha nakal yang melakukan PHK di tengah pandemi dan memotong upah buruh ditindak tegas.

KSPI meminta pelaksanaan PPKM darurat diikuti dengan perlindunga terhadap hak-hak buruh.

Secara bersamaan, KSPI juga menegaskan dukungannya terhadap vaksinasi yang dibiayai oleh negara dalam rangka untuk mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19. Namun demikian, KSPI itidak setuju dengan adanya vaksinasi berbayar yang bisa dipastikan akan terjadi komersialisasi vaksin.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah tingkat penularan Covid-19 di klaster perusahaan. Di beberapa perusahaan, KSPI memperkirakan buruh yang terpapar Covid-19 angkanya mencapai 10%. Bahkan tidak sedikit buruh yang meninggal.

“Persoalannya adalah, para buruh tidak mempunyai uang lebih untuk membeli vitamin dan obat-obatan saat isoman,” kata Said.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini