Bahlil Bawa Oleh-Oleh Investasi Rp5,07 Triliun dari AS

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 320 2440739 bahlil-bawa-oleh-oleh-investasi-rp5-07-triliun-dari-as-GeyMch6NTK.jpg Bahlil Bawa Komitmen Investasi dari AS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membawa oleh-oleh investasi USD350 juta atau setara Rp5,075 triliun (kurs Rp14.500 per USD) dari Amerika Serikat (AS).

Komitmen investasi ini setelah Bahlil melakukan pertemuan dengan Ambassador David Nelson selaku perwakilan dari Cargill pada hari Senin 12 Juli 2021 di Washington DC dalam rangkaian kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Bahlil mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki babak baru setelah dilakukan perubahan fundamental. Setelah pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) yang merupakan gabungan dari 79 Undang-Undang, Pemerintah Indonesia mengimplementasikannya secara bertahap agar iklim investasi semakin kondusif.

“BKPM juga sudah menjadi Kementerian dan mendapat kewenangan penuh untuk menerbitkan perizinan berusaha secara terpusat. Hal ini dalam rangka memberikan kepastian, kemudahan, efisiensi, dan transparansi,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Baca Juga: Cari Investor, Bahlil: Pengusaha AS Ajukan Izin Investasi Tak Perlu ke Indonesia 

Menteri Investasi/Kepala BKPM juga kembali mengingatkan bahwa sesuai dengan amanat UUCK, bahwa investor besar memiliki kewajiban untuk berkolaborasi dengan pengusaha UMKM setempat di daerah supaya dapat tumbuh bersama-sama.

“Kami mengapresiasi kehadiran Cargill yang sudah cukup lama di Indonesia dan telah berkontribusi memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Tim Kementerian Investasi siap membantu merealisasikan rencana investasi Cargill selanjutnya,” imbuh Bahlil

Ambassador David Nelson selaku perwakilan dari Cargill memaparkan prospek diversifikasi investasi Cargill di Indonesia. Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, menurut David masih merupakan tujuan investasi yang sangat atraktif.

David juga menyampaikan bahwa Cargill yang telah berada di Indonesia sejak tahun 1974 memiliki rencana perluasan dan investasi baru dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang senilai USD350 juta atau setara Rp5,075 triliun (kurs Rp14.500 per USD).

Rencana investasi ini terdiri atas perluasan usaha USD50 juta; pabrik pengolahan jagung di Jawa Timur senilai USD100 juta yang akan beroperasi secara komersial pada awal 2022; dan fasilitas kilang minyak kelapa sawit di Lampung senilai USD200 juta yang telah dimulai dan ditargetkan selesai dibangun pada akhir 2022.

“Cargill selama ini bekerja sama erat dengan pengusaha lokal dan menengah kecil di lokasi investasi, dan akan terus berkomitmen untuk itu,” ucap David saat menyampaikan komitmen Cargill pada investasi selanjutnya.

David juga mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan terobosan regulasi untuk investasi.

“Inovasi dalam simplifikasi peraturan, transparansi, dan percepatan perizinan merupakan hal-hal penting dalam perizinan berusaha dan menjadi isu kunci untuk menggerakkan investasi, khususnya dalam peringkat Ease of Doing Business (EoDB),” tambah David.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini