Ekonomi RI Sulit Bangkit jika Kasus Covid-19 Masih Tinggi

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 320 2441802 ekonomi-ri-sulit-bangkit-jika-kasus-covid-19-masih-tinggi-975S4QDkkE.jpeg Pertumbuhan ekonomi diprediksi menurun jika PPKM Darurat diperpanjang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Ekonomi Indonesia akan sangat bergantung pada pengendalian covid-19 selama PPKM Darurat. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Media Wahyudi Askar mengatakan melihat angka kasus Covid-19 terus bertambah kemungkinan PPKM Darurat diperpanjang akan ada. Ia menyebut bahwa hal tersebut akan membawa dampak terhadap pemulihan ekonomi.

Baca Juga:  Sri Mulyani Klaim Peringkat Ekonomi Indonesia Terbaik di Asean

“Jika kasus Covid-19 masih tinggi maka pemulihan ekonomi akan berjalan lambat. Hal itu didorong oleh pelaku usaha masih dilanda ketidakpastian karena angka kasus yang tinggi. Selain itu juga supply dan demand akan bermasalah terlebih UMKM disektor jasa akan terdampak lebih signifikan,” ujarnya dalam diskusi virtual INDEF, Jumat (16/7/2021)

Dia menuturkan penurunan aktivitas ekonomi pada masa PPKM Darurat terjadi disemua sector namun skalanya berbeda setiap Provinsi. Retail di Jawa Tengah dan Jawa Barat tidak menurun signifikan dibandingkan dengan Provinsi lainnya.

Baca Juga: Mengejutkan! Pendapatan per Kapita Indonesia Pernah Sejajar dengan Korsel

Di Jawa Tengah, aktivitas di tempat kerja hanya menurun 0,57% selama PPKM Darurat. Ekonomi masih bergerak tetapi kemuningkinan besar harus dibayar dengan peningkatan angka kasus yang signifikan.

“Pesannya sederhana, kita harus bekerja lebih keras lagi karena setiap sector memiliki tren dan data yang berbeda. Demikian juga di setiap Provinsi memiliki performace yang berbeda. Itu semua saling berkaitan satu dengan yang lainnya,”ucapnya.

Ditengah Indonesia mengalami situasi yang mengkhawatirkan, ironinya selama pandemi Covid-19 penduduk kaya dan super kaya di Indonesia justru meningkat. Jumlah penduduk dengan kekayaan bersih USD 1 juta atau lebih di Indonesia mencapai 171.740 orang pada tahun 2020. Angka tersebut melonjak 61,69% year on year (yoy) dari jumlah pada tahun 2019 yang berjumlah 106.215 orang.

“Hari ini saya melihat disaat orang tertatih-tatih tapi jumlah orang kaya baru di Indonesia justru meningkat signifikan. Dan peningkatan dari pajak orang kaya dan super kaya ini tidak meningkat signifikan,”kata dia.

Dia sangat berharap PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang bisa memberikan hasil yang maksimal, sebab jika PPKM Darurat ini gagal, maka aktivitas ekonomi akan terus melemah seiring semakin banyaknya pengangguran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini