OPEC Sepakat Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Merosot USD5/Barel

Antara, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 320 2443209 opec-sepakat-tingkatkan-produksi-harga-minyak-merosot-usd5-barel-e8vdfmIgdK.jpg Harga Minyak Dunia Anjlok. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak turun hingga USD5 per barel pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak melemah setelah OPEC+ sepakat meningkatkan produksi, sehingga memicu kekhawatiran kelebihan pasokan di tengah meningkatnya infeksi Covid-19 dari varian Delta yang lebih menular mengancam permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun USD4,97 atau 6,8% menjadi USD68,62 per barel. Minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus anjlok USD5,39 atau 7,5% menjadi USD66,42 per barel.

Kontrak berjangka minyak mentah WTI untuk pengiriman September menjadi USD66,35 per barel atau merosot USD5,21.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok, Brent Dibanderol USD73,47/Barel

Menguatnya harga minyak mentah selama setahun ini pun terhenti dalam dua minggu terakhir. Hal ini karena prospek pasokan terbaru merusak harga yang lebih tinggi. Ditambah lagi sentimen negatif dari merebaknya varian Delta ke seluruh dunia yang memicu kenaikan 70% kasus positif di AS pada minggu lalu.

Masih belum jelas bagaimana varian Delta mempengaruhi permintaan minyak. Pasalnya, konsumsi bahan bakar di Amerika Serikat terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Tetapi India, importir terbesar ketiga telah mengurangi impor karena kelebihan pasokan dan kekhawatiran berkurangnya permintaan.

Baca Juga: Harga Minyak Minggu Ini Anjlok, Brent Turun hingga 3%

"Pasar sangat terpaku pada potensi meledaknya varian Delta," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Selasa (20/7/2021).

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mencapai kompromi pada Minggu (18/7/2021) untuk meningkatkan pasokan minyak mulai Agustus. Hal ini pun berdampak pada penurunan harga.

"Kami masih menghadapi defisit yang signifikan dalam hal pasokan versus permintaan, tetapi untuk saat ini, tambahan barel dianggap cukup untuk mengempiskan dan membunuh reli baru-baru ini," kata Mitra di Again Capital, John Kilduff.

Beberapa bank besar berpendapat pasar akan terus rally, dengan Goldman Sachs melihat lebih banyak kenaikan. Dikatakan perjanjian OPEC sejalan dengan pandangannya bahwa produsen "harus fokus pada mempertahankan pasar fisik yang ketat sambil memandu kapasitas mendatang yang lebih tinggi dan mengurangi persaingan investasi."

Namun, kesepakatan OPEC menghilangkan lebih banyak pembatasan pasokan yang telah menjadi landasan pasar selama setahun. Saat ini, OPEC+ menahan sekitar 5,8 juta barel minyak mentah per hari dari pasar, angka yang akan turun 2 juta barel per hari pada akhir tahun.

"Jangka panjang, kapasitas produksi bebas dan tambahan dari negara-negara OPEC+ adalah alasan utama mengapa kami melihat minyak bergerak lebih rendah lagi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini