Harga Minyak Anjlok, Brent Dibanderol USD73,47/Barel

Antara, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 320 2441429 harga-minyak-anjlok-brent-dibanderol-usd73-47-barel-9SfFaACIyg.jpg Harga Minyak Dunia Anjlok. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak terus melemah hingga lebih dari USD1 per barel pada akhir perdagangan Kamis. Harga minyak melemah karena ekspektasi terhadap pasokan minyak mentah lebih banyak, setelah kesepakatan kompromi antara produsen OPEC terkemuka.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September menurun USD1,29 atau 1,7% menjadi USD73,47 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD1,48 atau 2,2% menjadi USD71,65 per barel.

Penurunan ini terus terjadi di mana pada perdagangan Rabu 14 Juli 2021, minyak mentah AS dan Brent masing-masing melemah 2,8% dan 2,3%.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 3,4% Setelah OPEC Batal Membahas Peningkatan Produksi

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mencapai kesepakatan yang akan membuka jalan untuk memasok lebih banyak minyak mentah ke pasar minyak yang ketat. Kesepakatan belum dipadatkan dan kementerian energi UEA mengatakan musyawarah terus berlanjut.

"Itu masih 'gajah besar di dalam ruangan' (masalah kontroversial sangat besar). Kami punya kesepakatan, kami tidak punya kesepakatan dan itu menimbulkan kekhawatiran," kata Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Jatuh 2%, Investor Khawatir Kelebihan Pasokan

Pembicaraan di antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sekutu (OPEC+) terhenti bulan ini, setelah Uni Emirat Arab keberatan untuk memperpanjang pakta pasokan kelompok itu melewati April 2022. UEA menilai kesepakatan itu tidak memperhitungkan peningkatan kapasitas produksi.

Sementara itu, terjadi penarikan besar dalam stok minyak mentah di Amerika Serikat. Hal ini tidak banyak mendorong harga karena investor fokus pada kenaikan persediaan bahan bakar dalam seminggu termasuk liburan Juli.

"Semua rasa optimisme bensin menguap hanya dalam satu minggu. Jika Anda tidak membutuhkan bensin, Anda tidak perlu minyak mentah untuk membuat bensin, dan itulah satu-satunya matematika yang penting pada akhirnya," ujar Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger.

OPEC, dalam laporan bulanannya, mengatakan masih memperkirakan pemulihan yang kuat dalam permintaan minyak dunia untuk sisa tahun 2021, dan memperkirakan penggunaan minyak pada 2022 akan mencapai tingkat yang sama dengan sebelum pandemi Covid-19, demikian dikutip dari Reuters.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini