Harga Minyak Anjlok 3,4% Setelah OPEC Batal Membahas Peningkatan Produksi

Antara, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 320 2436709 harga-minyak-anjlok-3-4-setelah-opec-batal-membahas-peningkatan-produksi-4IbWH34hW4.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Gejolak harga minyak terjadi setelah para produsen minyak yang tergabung di OPEC, membatalkan pertemuan yang akan membahas peningkatan pasokan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September tergelincir USD2,63 per barel atau 3,4% menjadi USD74,53 per barel, setelah mencapai puncak di USD77,84 atau tertinggi sejak Oktober 2018.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi USD70,2/Barel

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS anjlok USD1,79 atau 2,4% menjadi USD73,37 per barel, setelah menyentuh posisi puncak USD76,98 atau level tertinggi sejak November 2014.

"Di masa lalu, perbedaan pendapat di dalam OPEC sering memicu penurunan harga besar-besaran, namun pasar menafsirkan kegagalan saat ini sebagai arti bahwa perjanjian lama, yang menurutnya produksi oleh negara-negara OPEC dan sekutu mereka dibiarkan tidak berubah mulai Agustus hingga April 2022 setelah kenaikan pada Juli, masih berlaku," kata Analis Energi Commerzbank Research, Eugen Weinberg, dikutip dari Antara, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: OPEC+ Batal Bahas Rencana Peningkatan Produksi Minyak

Dia menambahkan bahwa dalam jangka menengah, kegagalan OPEC+ lebih cenderung merugikan harga minyak daripada kenaikannya.

Awalnya, minyak menguat di tengah berita kegagalan pembicaraan, tetapi harga mundur karena para pedagang fokus pada kemungkinan bahwa perselisihan akan menyebabkan beberapa produsen nasional membuka keran dan mulai mengekspor lebih banyak barel.

"Pasar khawatir bahwa UEA akan masuk dan secara sepihak menambah barel dan negara lain di OPEC akan mengikuti," kata Direktur Energi Mizuho, Bob Yawger,

Uni Emirat Arab mengatakan akan mengikuti peningkatan produksi tetapi menolak proposal terpisah untuk memperpanjang pembatasan hingga akhir 2022 dari batas waktu yang ada pada April.

Beberapa sumber OPEC+ mengatakan mereka masih yakin kelompok itu akan melanjutkan diskusi bulan ini dan setuju untuk memompa lebih banyak mulai Agustus, meskipun yang lain mengatakan pembatasan saat ini mungkin tetap berlaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini