Awalnya, minyak menguat di tengah berita kegagalan pembicaraan, tetapi harga mundur karena para pedagang fokus pada kemungkinan bahwa perselisihan akan menyebabkan beberapa produsen nasional membuka keran dan mulai mengekspor lebih banyak barel.
"Pasar khawatir bahwa UEA akan masuk dan secara sepihak menambah barel dan negara lain di OPEC akan mengikuti," kata Direktur Energi Mizuho, Bob Yawger,
Uni Emirat Arab mengatakan akan mengikuti peningkatan produksi tetapi menolak proposal terpisah untuk memperpanjang pembatasan hingga akhir 2022 dari batas waktu yang ada pada April.
Beberapa sumber OPEC+ mengatakan mereka masih yakin kelompok itu akan melanjutkan diskusi bulan ini dan setuju untuk memompa lebih banyak mulai Agustus, meskipun yang lain mengatakan pembatasan saat ini mungkin tetap berlaku.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.