Batik Jumputan, Inovasi Kunci Sukses dalam Berbisnis

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 455 2444238 batik-jumputan-inovasi-kunci-sukses-dalam-berbisnis-80Oa87F6af.jpg Batik Jumputan (Foto: Instagram Dea Jumput)

Kedua, tali harus kencang. Dalam hal mengikat bisa menggunakan tali benang ataupun tali rafia. Lalu diikat sekencang mungkin. Tujuannya agar warna yang diikat tali tidak kemasukan warna dan berbentuk pola putih.

Ketiga jelujur atau jahitan sementara. Ini juga harus kencang agar membentuk motif yang diinginkan. Misalnya bentuk bunga atau daun. Karena bila tidak kencang nantinya desain yang digambar tidak akan terbentuk.

Keempat pewarnaan yang harus betul. Lazimnya biasa menggunakan warna alami dan kimia. Ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Pembeli di Indonesia disebutnya suka warna yang mencolok sehingga digunakan pewarna kimia. Sementara masyarakat Jepang lebih suka warna-warna alami. Proses mewarnai alami disebutnya cukup lama atau 5 hingga 10 kali proses pencelupan memakan waktu hingga 3 hari. Sementara proses kimia lebih singkat dengan 3 kali pencelupan dan bisa selesai hanya dalam satu jam.

Kelima penguncian harus tepat. Proses kunci bisa menggunakan garam, hcl, atau waterglass. Ini juga harus tepat agar motifnya tidak rusak. Perajin baru biasanya menggunakan takaran kebanyakan ataupun mencuci tidak terlalu bersih. Risikonya akan menempel di kain dan hasilnya kain akan robek-robek.

Keenam proses pencucian. Bisa dilakukan hingga tiga kali mengganti ember. Setelah dicuci sampai bersih kain lalu disetrika dan siap dijual.

Dia bercerita keunggulan batik jumputan adalah murni buatan tangan manusia. Karena itu dia berharap pemerintah mau mendukung batik jumputan tidak dipandang sebelah mata karena ini adalah warisan leluhur bangsa yang wajib dilestarikan. Jadi harapannya agar pemerintah mendukung berupa pemakaian seragam PNS dari batik jumputan selain batik lainnya. Pemda Yogyakarta disebutnya sudah menginisiasi dengan pegawai Pemda memakai seragam selain batik dan lurik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini