Nama Christianto diakui termasuk ke dalam klub 25 ekonom tersebut dan berperan sebagai analis bidang bisnis dan ekonomi politik meskipun lulus dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia dan bukan fakultas ekonomi.
Pada masa Orde Baru, Christianto mendirikan Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) yang tidak hanya menyediakan data-data bisnis melalui lembaga tersebut namun juga aktif menggelar seminar dengan uraian data-data bisnis yang kuantitatif.
“Sekaligus analisa ekonomi politik tentang lingkungan bisnis Indonesia yang kompleks dan bahkan terkandung misteri yang sulit ditebak,” ujar Didik.
Terlebih lagi, Didik bercerita bahwa bulan lalu Christianto masih terus berkomunikasi dengan dirinya sekaligus mendapat kiriman buku karya Christianto berjudul Kencan Dinasti Menteng yang memiliki tebal 362 halaman.
“Sampai beliau wafat saya tidak pernah mendiskusikan buku ini kecuali di beberapa bagian pemikirannya di grup Whatsapp anggota KEN masa SBY (2009-2014) di mana kita berdua ada di situ,” jelasnya.
Didik menuturkan pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dirinya bersama Christianto pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang diangkat presiden untuk memberikan saran dan nasehat dalam kebijakan bidang ekonomi.
(Dani Jumadil Akhir)