JAKARTA - Harga minyak melonjak sekitar 2 persen lebih per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak memperpanjang kenaikan yang dibuat dalam tiga sesi sebelumnya di tengah ekspektasi pasokan yang lebih ketat sepanjang 2021 karena ekonomi pulih dari krisis virus corona.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terangkat 1,56 dolar AS atau 2,2 persen, menjadi menetap di 73,79 dolar AS per barel.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September bertambah 1,61 dolar AS atau 2,3 persen, menjadi ditutup di 71,91 dolar AS per barel.
"Matinya permintaan sangat dilebih-lebihkan," kata Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group di Chicago. "Permintaan tidak akan hilang, jadi kami kembali melihat pasar yang sangat ketat."
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen lain termasuk Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, minggu ini menyetujui kesepakatan untuk meningkatkan pasokan minyak sebesar 400.000 barel per hari mulai Agustus hingga Desember untuk mendinginkan harga dan memenuhi permintaan yang meningkat.
Tetapi karena permintaan masih akan melebihi pasokan pada paruh kedua tahun ini, Morgan Stanley memperkirakan bahwa harga acuan global Brent akan diperdagangkan pada pertengahan hingga setinggi 70-an dolar AS per barel untuk sisa tahun ini.
"Pada akhirnya pemulihan PDB (produk domestik bruto) global kemungkinan akan tetap di jalurnya, data persediaan terus menggembirakan, neraca kami menunjukkan pengetatan di paruh kedua dan kami berharap OPEC tetap kohesif," katanya.