Holding BUMN Ultra Mikro Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 320 2444844 holding-bumn-ultra-mikro-perluas-pembiayaan-dan-pemberdayaan-umkm-YGclKwJS9k.jpeg Holding BUMN Ultra Mikro memperluas akses pembiayaan UMKM (Foto: Shuttestock)

JAKARTA - Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) dinilai akan memperkuat fundamental bisnis ketiga BUMN yang terlibat. Holding juga akan memperluas ekspansi pembiayaan segmen ultra mikro serta UMKM.

Melalui holding, ketiga entitas perusahaan pelat merah yang bersinergi dalam ekosistem ultra mikro akan memimpin pemberdayaan terhadap jutaan pelaku UMi dan UMKM.

Baca Juga: Selain Harga Saham, Investor Diminta Cek Aksi Korporasi Holding Ultra Mikro

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Danan Dito mengatakan, dengan terbentuknya holding BUMN UMi ketiga perusahaan plat merah ini akan menjadi yang terdepan dalam akselerasi penguatan ekosistem usaha UMi dan UMKM.

Sebabnya, PNM dan Pegadaian akan mendapatkan akses pendanaan dan permodalan yang lebih leluasa melalui sokongan dari BRI sebagai induk holding. Hal itu tentunya akan ikut pula mendorong PNM dan Pegadaian memperdalam penetrasi usaha.

Baca Juga: Investor Nantikan Kinerja BUMN saat Holding Ultra Mikro Berjalan

"Dengan demikian PNM dan Pegadaian diharapkan juga akan mampu meningkatkan ekspansi usahanya dalam memberikan pembiayaan yang terjangkau kepada masyarakat khususnya di segmen ultra mikro," ujar Danan dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Terkait aksi korporasi rights issue, Danan menyebut hal itu sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan BRI sebagai induk holding membawahi PNM dam Pegadaian. Dia menyebut nantinya pemerintah akan melakukan setoran modal non tunai dengan cara mengalihkan kepemilikan saham atas PNM dan Pegadaian ke BRI.

Sebagai perusahaan terbuka, maka rencana pemerintah tersebut perlu disertai dengan aksi korporasi rights issue oleh BRI. Tujuannya untuk memberikan perlakuan yang setara kepada pemegang saham BRI lainnya.

"Jadi dengan rights issue ini, pemerintah akan tetap dapat menjaga porsi kepemilikannya di BRI melalui setoran modal non-tunai. Dan BRI juga tetap dapat setoran modal dari pemegang saham lainnya," kata dia.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menerbitkan landasan hukum pembentukan holding dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021. Sesuai PP tersebut, holding terdiri atas tiga entitas BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Masyarakat Madani (Persero) atau PNM.

Dalam rangka pembentukan holding UMi, pada Kamis (22/7/2021) BRI telah mengelar RUPSLB di mana para pemegang saham BRI telah menyetujui atas rencana Penambahan Modal Perseroan dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Rights issue tersebut digadang-gadang sebagai salah satu yang terbesar di Asia.

Dalam kaitan sinergi ekosistem UMi, nantinya ketiga entitas akan menawarkan pilihan produk keuangan yang lebih lengkap, menyiapkan beberapa titik co-location serta pemanfaatan yang lebih optimal yakni jaringan Agen BRILink sebagai channel ketiga entitas holding. Selain itu juga integrasi data untuk efisiensi bisnis, termasuk dalam konteks penyaluran program bantuan sosial.

Hingga kuartal I 2021, BRI mencatat sekitar 458.358 Agen BRILink yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Dengan jumlah yang besar tersebut, target transaksi dari para laku pandai BRI itu mencapai Rp1.000 triliun tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini