Erick Thohir Bidik Investasi Asing Gasifikasi Batu Bara Rp30,1 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 320 2451943 erick-thohir-bidik-investasi-asing-gasifikasi-batu-bara-rp30-1-triliun-J3v29wUzcK.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian BUMN mematok nilai investasi asing salam proyek gasifikasi batubara (coal to DME) sebesar 2,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp30,1 triliun. Nilai tersebut berasal dari sejumlah perusahaan global.

Saat ini Indonesia dan AS sudah melakukan kesepakatan Processing Service Agreement. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk., dengan Air Products & Chemical Inc. (Air Products) dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, proyek batubara sebesar 2,1 miliar dolar (AS) tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 10.000 orang.

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Bangun Lagi 2 RS di Lampung dan Bandung

"BUMN juga menarik investasi asing dari perusahaan global senilai 2,1 miliar (dolar AS) untuk proyek gasifikasi batubara yang nantinya akan menyerap 10.000 tenaga kerja seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya," ujar Erick dalam gelaran sinergi menjaga momentum dan optimisme pemulihan ekonomi, Jumat (6/8/2021).

Erick meyakini, gasifikasi batubara memiliki nilai tambah langsung bagi makro ekonomi Indonesia, menghemat neraca perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, hingga menghemat cadangan devisa.

Baca Juga: Cerita Erick Thohir Kagum dengan Ibu Penjual Warung

Untuk penghematan cadangan devisa diperkirakan mencapai Rp9,7 triliun. Proyek gasifikasi batubara akan ditopang oleh proyek yang sedang digarap Bukit Asam, Pertamina dan Air Product. Dalam proyek tersebut, Pertamina berperan sebagai perusahaan yang tak hanya bergerak untuk memastikan ketahanan energi, namun juga menjadi motor penggerak industri energi agar tetap mampu beroperasi optimal.

"Tentu kami berharap kerja sama ini menjadi salah satu bagian dari momentum kebangkitan perekonomian nasional. Dengan memastikan tersedianya kebutuhan energi yang mandiri, kita berharap sektor makro dan mikro dapat terus tumbuh dan menjadi pilar perekonomian nasional," katanya.

Pemerintah sendiri akan menggelontorkan insentif untuk memuluskan proyek hilirisasi batubara melalui royalti 0 persen yang ditegaskan dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan aturan turunannya. Pemerintah juga menyiapkan harga khusus batubara untuk hilirisasi dan skema subsidi bagi produk Dimethyl Ether (DME) yang akan dipakai untuk substitusi LPG.

"Selain akan memaksimalkan produk batubara, proyek ini juga akan menggeliatkan sektor energi yang mana misi Indonesia adalah untuk memastikan ketahanan nasional dan menghilangkan ketergantungan pada produk impor," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini