4 Fakta Bantuan Kuota Internet Terlambat Cair, Simak Alasan Sri Mulyani

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 320 2452457 4-fakta-bantuan-kuota-internet-terlambat-cair-simak-alasan-sri-mulyani-a67OF5Sae8.jpg Bantuan kuota internet terlambat cair (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Keuangan segera mencairkan Bantuan Kuota Internet. Bantuan diberikan pemerintah untuk mendukung kelancaran belajar dan mengajar daring.

Sebagaimana diketahui, kegiatan belajar dan mengajar online diperpanjang. Hal ini seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 kembali diperpanjang di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun ternyata penyaluran bantuan kuota internet terhambat.

Berikut fakta mengenai bantuan kuota internet yang dirangkum Okezone.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Rp2,3 Triliun untuk Bantuan Kuota Internet

1. Cair September

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pencairan kuota internet gratis ini akan dilakukan pada September dan November. "September dan November diberikan kuota gratis untuk pelajar dan mahasiswa," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (4/8/2021).

Dia mengungkapkan alasan pencairan dilakukan pada September dikarenakan membutuhkan waktu untuk mendata para pelajar dan mahasiswa. Sebab, Juli dan Agustus merupakan waktu ajaran baru sehingga, banyak yang berubah ada yang naik ke tingkat baru dan sebaliknya.

Baca Juga: Sri Mulyani Klaim Bantuan Kuota Internet Ringankan Beban Ekonomi

2. Anggaran Rp2,3 Triliun

Sri Mulyani Indrawati menyiapkan anggaran Rp2,3 triliun untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka perpanjangan bantuan kuota internet.

Hal itu dilakukan karena memutuskan untuk memperpanjang pemberian bantuan kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen untuk periode September, Oktober, dan November 2021.

3. Sebulan 7 GB

Sri Mulyani menyatakan anggaran Rp2,3 triliun tersebut meliputi tujuh gigabyte (GB) per bulan bagi masing-masing 1,52 juta siswa PAUD dengan anggaran Rp88,35 miliar dan 10 GB per bulan bagi 20,52 juta siswa dikdasmen dengan anggaran Rp1,69 triliun.

Kemudian 12 GB per bulan bagi 1,56 juta guru PAUD dan guru dikdasmen dengan anggaran Rp154,44 miliar serta 15 GB bagi 3,27 juta dosen dan mahasiswa dengan anggaran Rp404,98 miliar.

4. Terlambat Cair

Sri Mulyani mengungkapkan penyebab kuota internet gratis belum diberikan atau terlambat, dikarenakan banyak data yang belum diperbaharui.

"Ternyata ada murid yang lulus dan baru. Jadi kita enggak bisa menggunakan data yang baru harus diubah lagi," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (3/8/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini