Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Tahun Pandemi Nasabah Pegadaian Bertambah 3 Juta Orang

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 10 Agustus 2021 |15:48 WIB
Dua Tahun Pandemi Nasabah Pegadaian Bertambah 3 Juta Orang
Foto: Dok.PT Pegadaian
A
A
A

JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) mencatat kenaikan nasabah sebesar 21,4 persen dari 15 juta orang pada 30 Juni 2020 menjadi 18 juta orang pada 30 Juni 2021. Penambahan nasabah ini berdampak pada peningkatan omset bisnis gadai tumbuh 6,1 persen dari Rp75,57 triliun menjadi Rp80,18 triliun. Kenaikan omset tersebut terdiri dari gadai konvensional naik 5,9 persen dari Rp64,21 triliun menjadi Rp67,98 triliun dan gadai syariah naik 7,4 persen dari Rp11,36 triliun menjadi Rp12,2 triliun.

Namun demikian, kinerja bisnis yang tumbuh positif tersebut tidak serta merta berdampak positif pula pada kinerja keuangan. Berdasarkan laporan keuangan PT Pegadaian (Persero) dan Entitas Anak yang dipublikasikan Selasa (10/08/2021) perseroan melaporkan bahwa jumlah Aset per 30 Juni 2021 turun 0,9 persen dari Rp68,44 triliun per 30 Juni 2020 menjadi Rp67,8 triliun per 30 Juni 2021.

Sementara, Pendapatan naik tipis 2,9 persen dari Rp10,13 triliun menjadi Rp10,43 triliun. Sedangkan, laba bersih turun 15 persen dari Rp1,53 triliun menjadi Rp1,3 triliun di semester I tahun ini.

Baca Juga: Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang GRC Award 2021

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menyatakan, pandemi Covid-19 ini cukup memberikan tantangan bagi kinerja bisnis Pegadaian hingga berdampak pada perlambatan kinerja keuangan. Namun demikian, Ia bersyukur di tengah kesulitan ekonomi saat ini, Pegadaian terus memberikan solusi keuangan terbaik bagi banyak orang.

“Pertumbuhan nasabah yang mencapai 21,4 persen pada semester I/2021 tahun ini membuktikan bahwa Pegadaian tetap hadir sebagai sahabat masyarakat di tengah kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kami tetap konsisten membantu masyarakat dengan produk dan layanan maupun program CSR yang bersentuhan langsung bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kuswiyoto menyatakan bahwa selama pandemi tidak hanya Pegadaian yang juga mengalami perlambatan kinerja. Kondisi tersebut juga dialami oleh sebagian besar sektor bisnis baik usaha besar, UMKM, usaha Ultra Mikro maupun masyarakat pada umumnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement